Chapter. 69

1K 70 12
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


_o0o_

Li Yue membuka matanya perlahan, cahaya pagi menyelinap lewat tirai jendela. Kepala dan tubuhnya masih terasa berat, seolah ditimpa beban yang tak terlihat. Ia mengedip berkali-kali, mencoba mengembalikan fokus pandangannya yang samar.

Rasa hangat di sekeliling tubuhnya membuatnya tersadar bahwa ia tidak sendiri. Di sampingnya, Feng Wu Lan masih terlelap, wajahnya tenang namun sedikit lelah. Perlahan, ingatan semalam mulai merangkak naik, menimbulkan campuran perasaan antara bingung dan takut.

"Apa yang terjadi?" Li Yue berbisik, suaranya serak dan rapuh.

Feng Wu Lan membuka matanya, langsung menatapnya dengan penuh perhatian. "Kau keracunan, Li Yue. Ramuan itu membuatmu tak sadar semalaman," ujarnya dengan nada lembut namun tegas. "Aku harus melakukan apa yang perlu agar kau tetap hidup."

Li Yue menghela nafas panjang, mencoba mencerna kata-kata itu. Tubuhnya masih lemah, tapi ia tahu bahwa malam itu bukan sekadar kebetulan, ada banyak hal yang harus dijelaskan dan dipahami.

"Aku minta maaf. Aku tidak punya pilihan lain. Tabib mengatakan racunnya sangat kuat. Aku hanya ingin kau tetap hidup, Li Yue."

Hati Li Yue bergejolak, antara marah dan lega. Ia ingin memprotes, tapi fisiknya masih lemah dan kata-kata itu juga membawanya pada kenyataan pahit yang harus diterimanya.

Feng Wu Lan menggenggam tangannya lembut, "Aku akan menjagamu, selalu." Li Yue menatap genggaman Feng Wu Lan, pikirannya berkecamuk dalam diam. Tubuhnya terasa lemah, tapi yang lebih berat adalah beban perasaan yang belum ia mengerti.

Ia akhirnya menoleh kepada Feng Wu Lan dengan mata yang masih samar memancarkan kebingungan dan kelelahan. Suaranya pelan namun tegas.

"Aku... aku butuh waktu sendiri untuk memikirkan semuanya."

Feng Wu Lan mengangguk pelan, menghormati permintaan itu tanpa berkata banyak. Ia tahu bahwa semua yang terjadi sangat membingungkan dan berat untuk dipahami sekaligus diterima. Dengan hati yang penuh pengertian, ia tak memaksa atau mencoba mencari jawaban saat itu juga. Feng Wu Lan hanya ingin memberi Li Yue ruang yang dia butuhkan, karena Feng Wu Lan yakin waktu sendiri adalah yang terbaik untuk dia saat ini.

_o0o_

Liu Ri terbangun dengan kepala berat, kelopak matanya terasa lengket seperti habis bermimpi panjang. Ia menatap langit-langit kamar yang tidak asing di ingatannya dengan pandangan kosong. 'Semalam... aku sudah menyiapkan semuanya. Ramuan itu... lalu kenapa...?'

"K-kenapa aku ada disini?" gumamnya, seakan bertanya pada dirinya sendiri.

Sebuah suara tenang terdengar dari arah pintu.
"Aku yang membawamu pulang."

Liu Ri menoleh cepat, kaget melihat sosok Xi Zian berdiri bersandar di kusen pintu. Matanya membelalak.
"K-Kakak? Kenapa kakak ada di sini? Pelayanku di mana?" Liu Ri merasa ada yang salah saat ini.

Rebirth of the Phoenix [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang