Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_o0o_
Usai penolakan lamaran Kaisar Zhu pada Putri Kekaisaran Feng, beberapa kerajaan sekitar merespon, menyayangkan penolakan yang dilakukan pihak Kekaisaran Feng.
Beberapa hari berlalu, Kekaisaran Feng tidak mendengar respon apapun dari Kekaisaran Zhu. Feng Wu Lan sendiri sebagai penguasa tidak peduli dengan respon pejabat, kerajaan sekitar atau bahkan respon Kekaisaran Zhu nantinya.
Ia bersama orang-orang kepercayaannya termasuk Li Yue sibuk mengumpulkan bukti kejahatan Xi Longfei. Bukti yang terkumpul semakin banyak usai anggota sekte Fenghuang menemukan pelayan yang membantu Huo Li kabur dulunya.
Rupanya pelayan tersebut adalah pelayan pribadi ibu Huo Li dan tahu banyak tentang peristiwa yang terjadi pada mantan Perdana Menteri Kekaisaran Feng dulu. Pada malam pembantaian Keluarga Huo, Nyonya keluarga Huo tidak hanya menitipkan Huo Li, tapi juga bukti-bukti kejahatan Xi Longfei yang sempat dikumpulkan Huo Gui sebelum terkena tuduhan.
Sebelum melapor pada Feng Wu Lan, Li Yue memberitahu Huo Li tentang pelayan itu. Setelahnya Li Yue menawarkan Huo Li untuk menunjukkan dirinya pada Feng Wu Lan, bagaimanapun Feng Wu Lan menganggap Huo Li adik dulunya dan sangat terpukul kala berita pembantaian itu sampai padanya.
Huo Li awalnya menolak dan meminta Li Yue memberitahu tentang pelayan saja dan berkata jika ingin hidup dengan identitas baru. Li Yue menghargai keputusan Huo Li dan menurutinya, namun baru beberapa hari berlalu pelayan Li Yue datang memberitahu bahwa pemuda itu datang bersama Xing He dan kedua keponakan pria itu ke kediaman Li Yue.
"Xing Bei bersama kedua keponakannya datang?!" tanya Lu Si antusias.
Kedatangan mereka bertepatan dengan Li Yue yang sedang mengajar Lu Si tentang herbal.
"Arahkan mereka ke taman, aku menyusul."
"Baik, Permaisuri."
"Berhubung kelas sudah selesai dan aku kedatangan tamu, kalian bisa kembali."
"Kak, aku bisa ikut bersamamu?"
Li Yue yang baru berdiri dari duduknya menatap Lu Si ragu. "Tentu bisa, tapi bagaimana dengan Jenderal Zhao?" tanya Li Yue seraya menatap Zhao Ling yang memang ikut menemani Lu Si dari awal.
"Sudah lama aku tidak bertemu dan bermain dengan mereka, kak. Dan untuk Jenderal Zhao, dia bisa ikut bermain bersama kami, iya kan?" ucap Lu Si antusias sembari meminta persetujuan pria di sampingnya.
Melihat semangat yang terpancar di mata Lu Si, mustahil Zhao Ling mengatakan tidak walau sisi hatinya yang lain merasa berat karena perempuan yang dicintainya akan bertemu pria lain, pria yang pernah dikatakan tampan pula.
Jadilah ketiga melangkahkan kaki bersama menuju taman kediaman Li Yue. Sesampainya disana, Li Yue langsung duduk di meja dengan Huo Li dan Xing He, sedangkan Lu Si yang ditemani Zhao Ling mengajak kedua kedua keponakan Xing He untuk bermain di taman bunga bersama.