Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_o0o_
Keesokan harinya, aula istana dihadiri oleh semua anggota kekaisaran, dari Kaisar, Permaisuri, Ibu Suri serta Pangeran dan Putri Kekaisaran Feng.
Raut wajah utusan kekaisaran Zhu terlihat sumringah sebab memikirkan kedatangan mereka adalah pertanda baik untuknya.
"Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar Feng dan keluarga kekaisaran. Saya sangat berterima kasih telah diberi kehormatan untuk hadir di hadapan Anda semua."
Setelah memberi salam hormat, ia menyapu pandangan ke seluruh ruangan lalu menunduk dalam, menyampaikan terima kasih atas kehormatan itu. Senyumnya melebar ketika matanya berhenti pada Lu Si.
"Putri Lu Si," ujarnya lantang, "kecantikan dan kebijaksanaan anda akan menjadi permata berharga di sisi Yang Mulia Kaisar Zhu. Tidak ada yang lebih pantas berdiri di singgasana Permaisuri Kekaisaran Zhu selain anda."
Sanjungan itu mengalun seperti musik manis, namun terputus tajam ketika suara berat Kaisar Feng Wu Lan bergema.
"Keputusan tentang lamaran itu telah kusampaikan kemarin," katanya dengan nada datar namun tegas. "Dan aku tetap pada keputusanku yaitu menolak lamaran itu."
Keheningan sejenak menyelimuti aula istana. Utusan Kekaisaran Zhu tertegun, matanya melebar, tidak menyangka penolakan itu akan diulang di hadapan semua orang. Ia menarik nafas, mencoba kembali menyusun kata-kata.
"Yang Mulia," ujarnya dengan nada yang berusaha tetap halus. "Pernikahan ini bukan sekadar penyatuan dua insan. Ini adalah jembatan emas antara dua kekaisaran. Putri Lu Si akan dinobatkan sebagai Permaisuri Kekaisaran Zhu, dan persahabatan antara kedua kekaisaran akan terjalin selamanya. Para pejabat anda pun berpikir demikian, Yang Mulia.
Salah satu pejabat yang kemarin mendukung pinangan Kaisar Zhu maju, kembali mengungkapkan dukungannya. "Yang Mulia, tidakkah anda memikirkan kembali pinangan ini?"
"Aku sudah memikirkannya baik-baik dan keputusanku tetap menolaknya."
Huang Ji menyeringai melihat rasa kecewa terpancar dari wajah utusan Kekaisaran Zhu itu. Hanya karena sudah melakukan perjanjian damai, mereka pikir bisa mendapatkan adiknya? Terlebih Huang Ji tidak akan rela adiknya menikah dengan pria licik seperti Zhu Weishan.
"Yang Mulia Kaisar Feng sudah membuat keputusan. Prajurit!" beberapa prajurit maju mendengar panggilan Huang Ji.
"Ya, Pangeran."
"Antar utusan Kekaisaran Zhu kembali dengan nyaman," ujarnya angkuh. Anggota keluarga kekaisaran lain tidak ada yang menegur sama sekali karena mereka memiliki keinginan yang sama seperti Huang Ji.
"Mari, tuan."
Dengan wajah menunduk menyembunyikan rasa malunya, utusan Kekaisaran Zhu dibawa keluar oleh para prajurit istana sesuai perintah Huang Ji.