Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Besok senin:)
_o0o_
Keesokan paginya, kabar tentang Ibu Suri jatuh sakit menyebar di istana. Ketika hendak sarapan dengan putri tercintanya, Ibu Suri tiba-tiba tidak sadarkan diri membuat suasana seketika panik. Para Pelayan segera memanggil tabib serta memberi kabar pada keluarga Kekaisaran.
"Kakak, aku sangat takut. Hidung Ibu mengeluarkan darah dan tiba-tiba pingsan di depanku, Aku-"
Li Yue mengeratkan dekapannya pada Lu Si. Pagi tadi saat ia berkumpul dengan para selir, seorang pelayan datang mengabarkan Ibu Suri tidak sadarkan diri.
Para Selir yang berkumpul seketika ricuh membuat Li Yue harus turun tangan untuk menenangkan mereka. Ia tahu bahwa keadaan Ibu suri saat ini pasti akan dijadikan kesempatan oleh para Selir untuk mencari muka.
Li Yue tahu ia tidak bisa menghalangi para Selir yang ingin melihat keadaan Ibu Suri, akan terdengar tidak masuk akal apabila memberikan perintah berupa larangan menjenguk Ibu Suri.
Oleh karena itu alih-alih melarang langsung, Li Yue mengatakan bahwa para Selir bisa menjenguk saat keadaan Ibu Suri sudah lebih baik.
Setelah membubarkan para Selir, Li Yue segera mendatangi kediaman Ibu Suri. Di luar kamar Ibu Suri sudah ada Lu Si dan Huang Ji yang menunggu dalam risau.
Satu-satunya tuan putri kekaisaran Feng itu menangis tersedu-sedu dalam pelukan Li Yue. Di depan matanya, ia melihat ibunya yang selama ini sehat bugar tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidung kemudian tidak sadarkan diri.
Li Yue membiarkan gadis itu menangis di bahunya, sementara Huang Ji berdiri di samping mereka dengan wajah tegang, tangannya mengepal menahan kecemasan.
Dengan suara lembut namun penuh ketegasan, Li Yue berkata. "Lu Si, jangan takut. Ibu Suri hanya kelelahan, beliau pasti akan segera pulih. Tabib sudah merawatnya, dan yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggunya dengan hati yang tenang."
Kemudian, ia menoleh ke Huang Ji, yang meski diam, jelas menyimpan kekhawatiran yang sama. Dengan tatapan penuh keyakinan, Li Yue melanjutkan. "Huang Ji, kau harus kuat. Lu Si membutuhkanmu, dan Ibu Suri pasti ingin melihat anak-anaknya tetap tegar. Percayalah, beliau akan segera sadar."
Begitu Li Yue selesai berbicara, suara langkah tergesa-gesa terdengar. Feng Wu Lan di ikuti Zian Lin muncul dengan napas tersengal, wajahnya dipenuhi kecemasan.
"Bagaimana keadaan Ibu Suri?" tanyanya, suaranya masih terputus-putus akibat berlari. Matanya segera menangkap Lu Si yang masih terisak dalam pelukan Li Yue, serta Huang Ji yang berdiri kaku di samping mereka.
Li Yue menoleh dan menjawab dengan tenang, "Tabib sedang memeriksanya. Dari penjelasan Lu Si kemungkinan Ibu Suri pingsan karena kelelahan atau banyak pikiran."
Feng Wu Lan menghela napas lega, tetapi ekspresi khawatirnya belum sepenuhnya hilang. Ia melangkah mendekat, menatap Huang Ji dan Lu Si sejenak sebelum berkata dengan suara lebih pelan, "Ibu kuat, beliau pasti akan baik-baik saja."