Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_o0o_
Keesokan harinya, banyak kejutan yang terjadi di kediaman Ibu Suri. Pada pagi hari di gazebo depan kamar Ibu Suri, sudah ada kursi dan meja lengkap dengan hidangannya tersaji hangat.
Huang Ji dan Lu Si yang baru datang terkejut kala melihat Ibu mereka tersenyum lebar di samping kakak Feng dan kakak iparnya. Apa matahari terbit dari arah yang salah?
"Kalian sudah datang, duduk lah. Aku menyiapkan lauk khusus untuk kalian berdua," ujar Li Yue seraya mengerahkan adik-adiknya untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan.
"Terima kasih, kak."
Kelimanya memulai sarapan mereka dengan hikmat.
Lu Si yang hendak mengambil lauk baru tertegun saat melihat Ibunya meletakkan lauk di mangkuk kakak Fengnya.
"Kau dulu sangat suka ini," ujar ibunya yang membuat Lu Si terkejut. Kemudian kakak Fengnya tersenyum dan memberikan lauk yang lain pada ibunya.
"Ibu juga suka makan ini kan?" ucap kakak Fengnya yang membuat Lu Si lebih terkejut lagi.
Dia tidak bisa menutup mulutnya saking terkejut melihat interaksi mereka. Dan sepertinya tidak hanya ia yang terkejut, melainkan saudara kembarnya juga sama terkejutnya menyaksikan itu semua.
"Kalian kenapa berhenti makan? Tidak enak?celetuk Li Yue sebagai upaya untuk menyadarkan dua orang itu.
Lu Si segera menyangkal dan mulai kembali menyuapi makanan di mangkuknya. "Enak, ini sangat enak kakak ipar, tapi..." Lu Si kembali melihat ke arah kakak Fengnya.
Li Yue tersenyum geli melihat tanggapan Huang Ji dan Lu Si ketika melihat keakraban Ibu Suri dengan Feng Wu Lan. Pasti kedua saudara itu sangat terkejut karena sejak mereka lahir mereka tidak pernah melihat interaksi seperti ini.
"Kak, sepertinya aku masih tertidur," ujar Lu Si dengan wajah nelangsa.
"Atau kita salah masuk kediaman," tambah Huang Ji tidak masuk akal.
Li Yue tersedak mendengar celetukan keduanya, yang benar saja? Sepertinya lucu jika menambah kejutan saat ini, pikir Li Yue.
"Yang Mulia," ucapnya memanggil Kaisar.
"Ya?"
"Bukankah ada yang ingin kau sampaikan pada Huang Ji dan Lu Si?"
Huang Ji dan Lu Si yang disebut namanya terkejut. Ada hal apa yang ingin kakak Feng mereka katakan?
"Oh, benar. Zian Lin, bawa kemari."
Kedua saudara kembar itu melihat ke arah Zian Lin yang pergi. Sepertinya kakak mereka ingin memberikan mereka hadiah tapi ulang tahun mereka bukan hari ini.
"Ulang tahun kami masih dua bulan lagi, kakak Feng," ucap Lu Si yang disetujui Huang Ji.