Chapter. 66

1.2K 86 4
                                        

_o0o_

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_o0o_
.
Tap the star🌟
.
 

Cahaya mentari pagi menembus kisi-kisi jendela ruangan khusus herbal milik Li Yue, memantul di atas meja rendah yang dipenuhi gulungan kertas dan rempah-rempah kering. Di atas tikar anyaman, Lu Si duduk bersila, dikelilingi akar, daun, dan biji-bijian dalam mangkuk-mangkuk kecil.

Li Yue menuang air panas ke dalam mangkuk kaca bening berisi campuran bunga ruyi dan daun qianyu, lalu menunjukkannya pada Lu Si.

"Kalau warna air berubah jadi kuning pucat, itu artinya campurannya seimbang. Tapi kalau jadi keruh dan kehijauan, artinya kamu terlalu banyak menaruh daun."

Lu Si mengangguk cepat, meski tatapannya masih bingung. "Semua daun ini mirip... bentuknya keriting semua."

Li Yue tersenyum, sabar. "Karena itu kau harus mengenali dari baunya juga, bukan hanya dari bentuk."

Lu Si mengambil sejumput daun dan mencium aromanya. Ia lalu meringis.

"Yang ini baunya seperti kaus kaki lembab!"

"Itu tandanya masih segar," jawab Li Yue santai.

"Susah sekali membedakan ini semua," keluh Lu Si seraya menunjuk semua bahan herbal yang ada di depannya. "Ini sangat sulit kakak ipar, salah sedikit bukannya menjadi obat malah akan menjadi racun. Kenapa kakak suka mempelajari ini?"

Li Yue meletakkan gelas kaca dan menatap adik tiri kaisar itu dengan serius tapi lembut. "Karena jika terjadi sesuatu nanti, kita harus bisa melindungi diri kita sendiri. Dan orang yang kita sayangi."

Li Yue mengingat alasan dirinya dulu giat mempelajari herbal adalah karena ayah angkatnya dulu merupakan pedagang senjata gelap yang mana banyak orang berniat untuk melenyapkan ayahnya. Tak terhitung berapa kali sang ayah mendapatkan serangan, baik berupa senjata maupun racun pada makanan dan barang-barangnya. Sejak itu Li Yue mempelajari ilmu bela diri dan herbal di waktu bersamaan.

Lu Si merenung memikirkan siapa saja orang yang termasuk ia sayangi. "Orang yang kusayangi ya? Tidak banyak, Ibu, kakak Feng, kakak ipar, Huang Ji...aku menyayanginya saat dia baik saja."

Li Yue tertawa mendengar perkataan Lu Si pada Huang Ji. Selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencela kakak kembarnya sendiri.

"Siapa lagi ya?"

"Bagaimana dengan Ling-Ling?" celetuk Li Yue.

"Oh iya! Jenderal Ling-Ling! Eh, Kakak! Sudah aku bilang berhenti menggodaku!" keluh Lu Si, menggembungkan pipinya. "Aku sudah berjanji untuk tidak memanggil Jenderal Zhao dengan sebutan Jenderal Ling-Ling."

Tangan Li Yue terangkat mengelus rambut panjang Li Yue. "Kau itu pintar, hanya dulu malas saja. Lihat sekarang, kau sudah mempelajari banyak hal dalam waktu singkat."

Li Yue tak asal memberikan pujian pada Putri Kekaisaran Feng ini. Sejak insiden Ibu Suri jatuh pingsan, Lu Si menjadi rajin mempelajari banyak hal, ia benar-benar menepati janji yang ia berikan pada ibunya.

Rebirth of the Phoenix [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang