Chapter. 77

622 45 0
                                        

_o0o_

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_o0o_

Hembusan angin menggigit kulit, menusuk sampai tulang. Kuda Xi Longfei meringkik keras, hampir kehilangan keseimbangan saat badai salju menerjang daratan tandus itu. 

Lima orang pengikutnya membentuk formasi yang mengelilingi Xi Longfei, wajah mereka tertutup kain seadanya, tubuh membungkuk menahan terpaan angin.

"Ayo! Kita tak jauh dari tempat berlindung!" teriak salah satu pengikut.

Xi Longfei tidak menjawab. Tangannya yang keriput dan bergetar erat menggenggam tali kekang. Hanya tatapan matanya yang mulai redup menunjukkan bahwa ia masih sadar. Dulu, satu titahnya membuat ribuan orang tunduk. Kini, hanya lima orang yang tersisa.

Badai semakin parah. Mereka akhirnya menemukan sebuah celah gua di antara bebatuan. Kuda-kuda ditarik masuk, napas mereka mengepul.

Di dalam kegelapan gua, hanya terdengar suara angin dan napas mereka yang berat.

Salah satu bawahannya, lelaki yang paling lama mengikutinya, bagai bayangan mendekat. "Tuan, kita masih bisa lolos. Hari ini kita sembunyi dulu. Setelah badai reda, kita melanjutkan lagi."

Xi Longfei menoleh pelan. Bukan dengan terima kasih, melainkan dengan tatapan kosong dari seseorang yang sedang mempertanyakan segalanya.

"Kau yakin?" suaranya serak, rendah, seperti batu yang diseret di tanah. "Dulu aku menggerakkan kekaisaran... kini aku bahkan nyaris jatuh dari kudaku seperti orang renta."

Bawahannya terdiam, tak berani menanggapi.

Xi Longfei memejamkan mata sejenak. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan ketidakpastian. Dia benar-benar benci merasakan itu.

Ia membuka mata lagi. Badai di luar mengamuk, salju menutupi jejak mereka, juga harapan mereka.

"Kita bertahan," katanya. "Selama salju ini turun, Feng Wu Lan tak bisa menyentuh kita."

Beberapa saat berlalu, badai salju mulai mereda, walau angin dinginnya masih menggigit tulang. Di mulut gua gelap tempat mereka berlindung, Xi Longfei memandangi langit pucat tanpa ekspresi. Usianya yang lebih dari setengah abad terasa akhirnya menuntut balas; tubuhnya berat, nafasnya berat, dan pikirannya kacau. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia merasa seperti hewan yang kehilangan taring.

Ia bahkan tidak teringat pada putrinya, Liu Ri. Hanya ada satu hal di dalam kepalanya: Apakah ia bisa bertahan hari ini? Apakah ia bisa bersembunyi entah di mana, jauh dari tangan Feng Wu Lan seperti perkataan orang yang paling dipercayainya?

"Tuan, hari ini kita harus keluar dari wilayah ini. Anda pasti bisa. Kita hanya perlu bertahan sedikit lagi."

Xi Longfei tidak menjawab. Sorot matanya kosong, seperti api ambisi yang dulu membakar dirinya telah padam separuhnya. Ia menarik napas panjang, lalu memberi isyarat agar mereka berangkat.

Rebirth of the Phoenix [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang