Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_o0o_
Setelah insiden kedua kalinya tertangkap basah, Lu Si menggosipi sang jenderal. Satu-satunya tuan putri Kekaisaran Feng itu kini jarang terlihat berseliweran di istana.
Bukan karena merasa bersalah pada Jenderal Zhao, tapi karena ia sibuk dalam pendidikan putri kekaisaran. Lagipula, semua yang ia katakan itu memang benar, jadi ia tak perlu meminta maaf pada jenderal Ling-Ling itu.
Dan untuk Li Yue, ia saat ini sibuk dengan kegiatannya mengurus istana harem dan juga mengolah bunga menjadi pengharum ruangan untuk Huang Ji dan juga Lu Si. Tentunya sebagian, karena sebagian yang lain ia gunakan untuk meracik racun kesukaannya.
Li Yue hanya perlu mengeringkan bunga-bunga ini lalu menghancurkannya menjadi bubuk.
Racun memang senjata yang paling Li Yue suka, apalagi racun yang membuat seseorang mati secara perlahan. Seharusnya Li Yue menggunakan racun untuk membunuh Tuan Gu.
Gara-gara pria tambun itu, ia harus kehilangan beberapa buah pelurunya. Li Yue menyayangkannya, tentu saja. Ingat, saat ini ia ada di zaman yang tidak memiliki peluru atau senapan.
Lagi-lagi ia mengembuskan napasnya kesal karena teringat kejadian itu.
"Kau kenapa, Li Yue?" tanya Ye Lin.
Saat ini mereka berdua sedang berada di kamar Li Yue, membersihkan bunga dari tangkainya untuk dijemur kembali.
"Tidak apa-apa."
"Tapi sudah tujuh kali kau menghela napas. Kau yakin tidak apa-apa?"
"Ya, aku hanya butuh istirahat yang lebih banyak saja."
Walaupun rasa ragu masih ada di benak Ye Lin, ia hanya bisa mengiyakan perkataan tuannya.
"Bunga yang sudah kering itu ingin kau tumbuk lagi?"
"Ya, tapi aku ingin mandi dulu. Badanku lengket."
"Air mandinya sudah kusiapkan, hanya wewangian saja yang belum. Aku akan mengambilnya."
Keduanya keluar dari kamar, yang satu berbelok ke arah gudang penyimpanan, dan yang satunya lagi berbelok ke arah pemandian.
Li Yue berjalan dengan santai karena saat ini tidak ada pelayan yang mengikutinya. Mereka semua tahu jika Li Yue tak suka diikuti ke pemandian.
Setelah sampai di depan bak mandi besar, Li Yue mulai melepas helai demi helai hanfu-nya, menyisakan kain putih tipis seperti kemben yang menutupi dada, tapi memperlihatkan kedua bahu mulusnya.
Li Yue memperhatikan bayangannya yang tercetak jelas di air. Sudah lama ia tak melihat bayangan badannya karena selama ini air mandinya selalu terpenuhi dengan bunga.
Dan di sana, Li Yue melihat luka yang tak terlalu panjang melintang di lengannya. Luka itu ia dapatkan saat pertarungannya dengan pengawal Fuan Gu.
Tak hanya luka, Li Yue pun dapat melihat tato mawar kecil di pundaknya. Ia jadi teringat penyebab ia membuat tato itu.