Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_o0o_
Malam itu, suasana istana Zhu mulai kembali hidup setelah kota perlahan bangkit dari kehancuran perang. Cahaya lentera berpendar lembut di koridor panjang tempat Huang Ji berada. Ibu Suri berjalan perlahan menuju kamar putranya, ditemani Feng Wu Lan di belakangnya.
Setibanya di depan pintu, seorang pelayan membuka jalan. Huang Ji sedang merapikan kotak-kotak perhiasan yang ia beli siang tadi.
"Bagaimana ibu kota?" tanya Ibu Suri sambil masuk.
Huang Ji menunduk hormat. "Beberapa toko sudah kembali buka. Masih banyak yang tutup, tapi... kehidupan mulai bergerak lagi." Ia membuka beberapa kotak kecil, memperlihatkan aneka perhiasan. "Ini untuk Ibu. Dan ini... untuk Kakak Ipar." Ia menyerahkan kotak merah lainnya pada Feng Wu Lan.
Feng Wu Lan menerimanya pelan, mengangguk sebagai ucapan terima kasih tanpa banyak kata.
Ibu Suri mengamati wajah putranya, lalu bertanya seakan tidak penting, "Bagaimana Yue Ning?"
Huang Ji sempat terdiam. "Kenapa, Bu?"
Ibu Suri menggeleng santai. "Tidak apa-apa. Hanya ingin tahu. Dia yang paling dekat denganku selama dikurung di tempat ini."
Huang Ji menarik napas, memikirkan gadis itu. "Dia pemalu... dan tampaknya punya rasa rendah diri yang kuat." Ia menunduk sedikit. "Tapi dia bekerja sangat baik."
Ibu Suri menatap Feng Wu Lan sekilas. Ada hal yang ingin ia ungkapkan.
"Kau tidak punya gadis yang kau sukai di Kekaisaran Feng?" tanya Ibu Suri tiba-tiba.
Pertanyaan itu membuat Huang Ji mengerutkan dahi. "Tidak. Selama ini aku fokus belajar. Beberapa putri pejabat pernah mencoba mengajak bicara, tapi... aku jawab seperlunya saja. Biasanya jika agak lama Lu Si datang mengajakku bermain." Ia menatap ibunya curiga. "Ada apa sebenarnya?"
Ibu Suri tidak menjawab langsung. Ia justru duduk disisi tempat tidur Huang Ji dan menggenggam tangannya pelan.
"Anakku... apakah kau bersedia menjadi pemimpin Kekaisaran Zhu ini?"
Huang Ji sontak menoleh pada Feng Wu Lan. "Apakah Kekaisaran Zhu akan dijadikan kerajaan di bawah Kekaisaran Feng?"
Feng Wu Lan menggeleng. "Tidak."
Ibu Suri menenangkan genggamannya. "Setelah kau mendengar apa yang kakakmu katakan nanti... kami hanya berharap kau tidak merasa tertekan. Keputusan kembali padamu. Ibu dan Kakakmu tidak memaksa. Kau bebas menentukan pilihanmu."
Huang Ji terlihat bingung. Namun ia tetap mendengarkan saat Ibu Suri mulai menceritakan semuanya, tentang siapa Yue Ning sebenarnya, asal-usulnya yang keluarga kekaisaran, kehidupan kelamnya di kediaman Chao, pelariannya, hingga alasan Komandan Chao menyembunyikannya.
Setelah semua terjelaskan, Feng Wu Lan bersuara pelan.
"Kau tahu perdebatan yang sedang terjadi antara para pejabat Zhu, bukan? Tentang masa depan Kekaisaran ini."