—
Keputusan untuk menjadikan kucing abu-abu yang entah dari mana kemunculannya tersebut sebagai hewan peliharaan memang terdengar menarik. Jungkook sendiri malah menganggap hal tersebut bukanlah suatu hal yang akan merepotkannya suatu saat nanti dan berpikir bahwa sang kucing bisa saja menjadi salah satu temannya di rumah ini, sehingga Jungkook tidak perlu lagi merasa kesepian karena tinggal seorang diri di rumah baru yang ia tempati.
Lagi pula, jika memang kucing itu adalah hewan peliharaan dari salah satu tetangganya, sudah dipastikan sang pemilik akan mencari keberadaannya sedari kemarin lantaran sang kucing yang terlihat enggan pergi dari rumah Jungkook. Pada akhirnya, Jungkook sendiri lebih memilih untuk tidak terlalu mempermasalahkannya selagi tidak ada seorang pun yang datang kerumahnya untuk menanyakan keberadaan sang kucing abu-abu tersebut.
Pria Jeon itu pun melepas jaket yang dikenakannya begitu tiba di dapur setelah meletakkan seluruh belanjaan yang dibawanya keatas Counter. Jungkook memang baru saja pulang dari minimarket selepas membeli segala macam kebutuhan Kucing abu-abu yang akan menjadi kucing peliharaannya. Meletakkan serta merta menyusun dengan rapi kebawah meja yang terdapat lemari kecil khusus untuk menyimpan barang, lantas mengambil sebungkus makanan kucing untuk kemudian dibuka dan dituangkan kedalam wadah yang juga sudah disediakan.
"Hei, Boo, kuharap kau suka dengan makanannya."Jungkook sesaat melirik ke arah Boo yang baru muncul dan tengah duduk di lantai dengan kepala yang sedikit mendongak guna memperhatikan segala pergerakan Jungkook.
Jungkook yang melihat itu lantas menuai senyum kecilnya. Setelah selesai, pria Jeon itu pun lekas berjongkok untuk meletakkan mangkuk makanan tepat dihadapan sang kucing."Aku belum sempat menyediakan tempat tidur untukmu, jadi kau boleh tidur dimana pun tempat yang menurutmu nyaman."ujar Jungkook sejenak mengelus pelan kepala Boo untuk kemudian kembali berdiri dan melangkah keluar dari dapur, membiarkan kucing abu-abu tersebut menikmati makanannya.
Kedua kaki pemuda itu tanpa ragu berjalan menuju kamar, mendekati lemari guna mengganti hoodie yang dikenakannya dengan kaos santai. Namun, ketika Jungkook berhasil melepas pakaiannya, tubuhnya sontak membeku begitu dirinya sekilas mendengar suara seseorang atau lebih tepatnya seorang wanita yang sedang tertawa lirih.
Mencoba untuk tetap terdiam, Jungkook seketika begitu yakin bahwa suara lirih tersebut berasal tidak jauh dibelakangnya. Sejenak menelan saliva dengan perasaan yang mendadak gugup, Jungkook dengan perlahan menolehkan kepalanya ke arah tempat tidur hingga kemudian ekor matanya bisa menangkap sosok seorang wanita yang tengah duduk di ujung ranjangnya.
Jungkook tidak benar-benar berani menoleh, lantaran setelah berhasil melirik sosok tersebut pandangannya kembali mengarah pada lemari dihadapannya.
"K-kau siapa? Kenapa kau bisa berada di kamarku?"pria Jeon itu tetap berusaha membuang rasa takutnya dengan melemparkan pertanyaan pada sosok wanita yang entah dari mana kedatangannya tersebut.
Untuk sesaat Jungkook tidak mendengar suara apa pun, tetapi tetap merasa bahwa wanita tersebut masih berada disana.
"Kau itu lucu sekali."
Tunggu, apakah wanita itu barusan benar-benar berkata bahwa ia lucu. Ada sedikit rasa tidak terima dalam diri Jungkook mendengar penuturan tersebut.
"Nama Boo memang terdengar aneh menurutku. Tetapi, kau boleh memanggilnya Sky karena memang itu lah namanya yang sebenarnya."
Tanpa memperdulikan Kegugupannya, Jungkook lantas dengan cepat memutar tubuhnya untuk melihat dengan jelas sosok wanita tersebut. Namun, kening pria itu seketika hanya bisa mengernyit begitu tidak lagi mendapati sosok wanita tadi ditempat tidurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Appeal
Mystery / ThrillerPemuda itu, dia Jeon Jungkook. Awalnya sama sekali tidak ada hal yang aneh ketika Jungkook pertama kali menempati kamarnya di rumah baru yang ia tempati. Namun, semakin waktu berjalan, sedikit demi sedikit Jungkook mulai menyadari bahwasanya setiap...
