5.2 ada apa dengan Ubin?

10.8K 1.2K 323
                                        

Satu minggu lebih 3 hari sudah berlalu sejak kejadian dimana Taehyung yang pergi begitu saja dan harus berakhir di rumah sakit, kini si anak nakal papo sudah kembali membaik, bahkan Taehyung sudah kembali bersekolah bersama geng nakalnya 3 hari yang lalu.

Hari ini ada yang berbeda dengan hari kemarin, yang mana anak-anak bocil/gengs SMP alias Soobin, Yeonjun, si kembar dan dedek Ning libur sekolah di karena kan para guru sedang mengadakan rapat penting terkait UNBK tahun ini, iya Soobin dan Yeonjun kan sebenetar lagi akan menghadapi UNBK.

Namun bukannya pergi bermain, Soobin lebih memilih untuk diam di rumah saja dikarena hari ini sang daddy juga libur dari pekerjaannya, alias daddy Namjoon sengaja mengambil cuti untuk 4 hari kedepan. Apa hari ini hanya ada Soobin dan daddy Namjoon saja? Yap, mereka hanya berdua karena si sulung tetap harus sekolah, meski awalnya ia merengek untuk bolos saja.

"Dad, Ubin laper tau belum mam," ujar Soobin seraya menyandarkan kepalanya pada bahu sang daddy yang tengah fokus pada ponselnya.

"Mau makan apa dek?" tanya Namjoon seraya mengusap lembut surai si bungsu.

"Beli bubur depan komplek yuk? Atau ga yang di monumen aja gimana, dad? Sekalian jalan-jalan hehe," jawab Soobin.

"Oke deh, kita naik sepedah aja gimana?"

"Ayoooo cabsss!"

"Oke deh, sana gih adek siap-siap du–" belum selesai Namjoon berbicara, ucapannya harus terpotong saat ponselnya yang ada di genggamannya berdering.

Drttt..

Drttt..

Namjoon langsung melihat ke arah ponsel itu, dan seketika ia sedikit membulatkan matanya saat ada nama 'Mommy anak-anak' tertera di layar ponselnya.

"Itu mommy ya?" tanya Soobin.

Namjoon hanya tersenyum lalu sekali lagi mengusap surai Soobin, "daddy angkat telpon dulu ya,"

Setelah itu Namjoon beranjak dari duduknya meninggalkan si bungsu di ruang keluarga, namun bukan Soobin namanya kalau ia hanya diam saja.

Soobin beranjak dari duduknya, lalu diam-diam mengikuti sang daddy yang berjalan menuju kamarnya sendiri. Dan sesampainya disana Soobin dapat melihat di dalam sana sang daddy sepertinya sedang mengobrol dengan sang mommy membahas hal yang serius. Untung pintu kamar daddy nya terbuka sedikit jadi Soobin dapat mendengar jelas percakapan antara kedua orang tuanya.

"Saya udah bilang kan, saya ga pernah larang anak-anak buat ketemu kamu, Jimin sama Soobin sendiri yang ga mau, mereka yang nolak, jadi jangan salahin saya."

"..."

"Kamu bisa berhenti bawa-bawa Jimin dalam masalah kita? Hak asuh Jimin sudah sepenuhnya jatuh ke tangan saya,"

"..."

"Saya ga pernah larang buat Jimin ikut kamu ke Jepang kalau dia mau, tapi anaknya sendiri kok yang ga mau ikut,"

"..."

"Kamu berani sentuh Jimin, liat nanti saya tidak akan tinggal diam. Jangan harap kamu bisa bawa Jimin pergi, apa kamu ga mikirin perasaan Soobin kalau kamu bawa Jimin pergi ke Jepang?"

Mendengar hal itu, Soobin mengepalkan tangannya erat.

"..."

"Gak bisa! Hak Jimin sudah jatuh sepenuhnya ke tangan saya, kalau kamu mau mempermasalhkan ini lagi ke pengadilan silahkan, tapi sampai kapanpun akan saya pastikan Jimin tetap ikut saya,"

"..."

"Saya heran sama kamu, kamu selalu ingin Jimin ikut bersama kamu ke Jepang tapi selama 5 tahun ini kamu kemana? Kamu yang ninggalin dia demi laki-laki itu, wajar dia marah. Kamu ninggalin anak-anak gitu aja tanpa memikirkan perasaan mereka,"

The Dirgantara [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang