Setelah mengisi perut kosong mereka selama hampir 2 jam lamanya, Jin, Hoseok dan Namjoon memutuskan untuk kembali keruang rawat VIP. Kini ketiganya tengah melangkahkan tungkainya di koridor khusus untuk ruang rawat VIP.
"Eh bang Jin, itu bukannya bang Yoongi? Kok nunggu di luar?" ujar Namjoon saat melihat presensi Yoongi yang ada di depan sana, yang tengah duduk di sofa ruang tunggu.
"Mungkin bang Yoon lagi pengen di luar aja karena Taehyung nya belum bangun," sahut Hoseok.
"Kita samperin, gue yakin sih ada yang ga beres," ucap Jin seraya melangkahkan tungkainya lebih cepat untuk menghampiri Yoongi.
Hoseok dan Namjoon mengangguk mantap dan berjalan mengekor di belakang Jin.
"Yoon," panggil Jin saat sudah berada di dekat Yoongi.
"B-bang,"
Sungguh mereka terkejut melihat keadaan Yoongi sekarang. Bagaimana tidak terkejut, kondisi Yoongi sangat mengkhawatirkan, wajahnya yang memang sudah pucat bertambah sangat pucat, air mata mengalir di kedua pipinya, baju yang dikenakan pun sedikit berantakan begitu juga dengan tatanan rambutnya. Dan yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah saat perban yang membalut tangan Yoongi kembali di lumuri oleh darah.
"Yoon, ada apa? Tangan kamu kenapa lagi dek?" tanya Jin lembut seraya berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Yoongi yang duduk di sofa.
Perlahan Yoongi mendongkak, menatap Jin dengan tatapan putus asanya.
"T-taehyung benci gue bang, d-dia bilang, dia g-ga mau ketemu gue lagi," ucap Yoongi membuat Jin, Hoseok dan Namjoon mengenyit heran.
"Apa maksud abang? Taehyung kenapa? Dia masih marah mungkin sama abang," timpal Namjoon.
Yoongi menggeleng pelan, tatapannya kembali kosong, "tadi gue ketemu Wendy disini,"
DEG!
Mendengar hal itu, tentu membuat Jin, Hoseok dan Namjoon terkejut, sangat sangat terkejut.
Orang yang telah pergi sejak 15 tahun yang lalu dari hidup Yoongi tiba-tiba datang begitu saja. Mereka saja terkejut apalagi Yoongi, mereka mengerti perasaan Yoongi sekarang. Tapi, apa yang terjadi dengan Taehyung? Kenapa Yoongi bilang jika anak nakal nan menggemaskan itu membencinya?
"W-wendy ada disini, bang? Kok bisa dia ada disini," ucap Hoseok.
"Anaknya di rawat disini juga,"
"APA?!"
Lagi dan lagi penuturan dari Yoongi membuat ketiga saudaranya terkejut.
"Kita sempet ngobrol tentang masalah 15 tahun yang lalu, dia jelasin kenapa dia pergi gitu aja dan sekarang semuanya udah jelas,"
"Y-yoon,"
"Dari awal emang gue yang brengsek,"
"Gak bang! Lo ga brengsek! Semua terjadi karena kecelakaan–"
"Gue brengsek Seok! Dari awal gue yang nyuruh Wendy buat aborsi,"
"APA?!" pekik ketiganya.
Entah untuk yang keberapa kalinya Yoongi membuat mereka terkejut, tapi yang jelas kini kepala Jin mulai berdenyut nyeri memikirkannya, begitu juga dengan Hoseok dan Namjoon yang sepertinya sudah tak bisa berkata-kata lagi. Perlahan tatapan mereka pada Yoongi mulai menyendu.
"Gue kira dulu Wendy ga cinta sama gue, gue pikir dia akan hidup menderita dan tersiksa kalau sama gue, jadi dengan begonya saat gue tau dia hamil, gue suruh dia buat aborsi aja. Tapi ternyata, selama ini Wendy cinta sama gue, selama ini gue yang tanpa sadar menyakiti Wendy dan Taehyung. Tolol banget 'kan? Yah, Yoongi memang tolol, brengsek, bajingan,"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dirgantara [COMPLETE]
Fiksyen PeminatTentang keluarga besar Dirgantara, terdiri dari laki-laki tampan semua dimana ada hot daddy dan anak-anak nakalnya.
![The Dirgantara [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/244368044-64-k702173.jpg)