1.0 pagi hari

28.4K 1.8K 672
                                        

Pagi hari ini langit sudah terlihat cerah seperti biasanya. Terlihat di salah satu komplek mewah yang berada di Jakarta, sang empu rumah nampak sibuk dengan kegiatanya masing-masing.

Seokjin House

Seokjin sebagai ayah sekaligus ibu yang baik pagi ini tengah berkutat di dapur rumahnya untuk menyiapkan sarapan bagi kedua anak tercintanya. Terlihat ayah tampan dari dua anak itu sibuk berkutat dengan peralatan dapurnya di temani anak bungsunya yang masih mengenakan piyama tidurnya.

"Ayah, Ning mau pancake nya pake selai stroberi," ujar si anak bungsu yang tengah duduk di pantry dapur seraya memperhatikan sang ayah yang sedang memasak masak.

"Iyaa dek, dedek ambil gih selainya di tempat biasa," sahut Jin.

"Oke ayah!"

Sang anak bungsu yang bernama Huening Dirgantara atau biasa di panggil Ning itu lantas beranjak dari duduknya dengan semangat membuat Jin yang melihat itu terkekeh pelan.

"Ini ayah selai stroberinya," Ning kembali dengan setoples selai stroberi di tangannya.

"Dedek pegang aja ya," ucap Jin seraya tersenyum lembut.

Jin lalu mengalihkan tatapannya pada jam dinding yang memang ada di area dapur, lantas kedua alisnya mengernyit saat melihat jarum pendek jam menunjuk pada angka 6 dan jarum pendeknya menunjuk ke angka 2.

"Udah jam 6 lewat 10, abang kamu kemana dek?" tanya Jin pada si bungsu.

"Ga tau yah, abang masih bobo kali." jawab Ning seadanya.

Jin menarik nafas sejanak, "ABANG JUNGKOOK! BURUAN TURUN SARAPAN HEY! HARI INI KAN HARI PERTAMA MOS MASUK SMA! BURUAN JUNGKOOK!" teriak Jin menggelegar ke seluruh area rumah.

Bahkan Ning sudah menutup kedua telinganya dengan tangan. Untung saja tetangga-tetangga di sekitaran rumah mereka itu masih satu keluarga.

"AYAH AKU GA MAU IKUTAN MOS!" sahut si sulung dari atas sana.

"APA APAAN KAMU GA MAU IKUT MOS, BANG? ITU WAJIB TAU! BURUAN ATAU AYAH LEMPAR PANCI NIH!" ancam Jin.

Tak lama si sulung, Jungkook pun menampakkan dirinya di tangga yang tak jauh dari area dapur.

"Ga mau ayah, masa harus bawa balon segala! Belum lagi ini name tag gede banget, sepatu juga di taliin macam gini, Jungkook ga mau yah, ini kaya anak cupu! Gantengnya berkurang kalau begini!" cerocos Jungkook seraya berjalan tanpa semangat menuju pantry dapur.

"Ck, terima aja sih bang namanya juga mos. Lagian kamu tuh ganteng kaya ayah, jadi mau gimana gimana pun tetep aja ganteng," ucap Jin seraya meletakan 2 piring yang berisik pancake di depan kedua anaknya.

"Tetep aja yah ini tuh bukan style aku banget, emangnya aku dedek apa pke bawa balon segala!"

"Abang bawel deh, udah pake aja lagian abang keliatan lucu kok, balonnya juga lucu tau," ucap Ning dengan polosnya.

"Diem! Dedek mana paham sih soal ginian, dedek masih kecil!" sahut Jungkook galak membuat Ning mengerucutkan bibirnya lucu.

"Abang ga boleh gitu sama adeknya, udah ah jangan di bawa ribet. Kak Jimin, sama kak Taehyung juga pasti kaya kamu tau bang."

"Emang iya?" tanya Jungkook.

"Iyalah kalian kan satu sekolah, udah mending sekarang pancake nya di makan dulu," jawab Jin.

"Hihi oke deh ayah!"

Hah, pagi ini nampaknya pagi yang sangat indah bagi kelurga kecil Jin.

Lalu bagaimana dengan keluarga kecil adik-adiknya yang lain?

The Dirgantara [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang