KEMBALINYA MUSUH MASA LALU ( 2 )

126 33 10
                                        

Minggu, pukul 05.20 pagi

Sebuah mobil Chevrolet berwarna merah berhenti tepat di depan gerbang Lapas Perempuan Kelas Dua Bandung. Setelah sampai di tujuan, pintu mobil itu terbuka lalu seseorang turun dari mobil tersebut. Tepatnya seorang pria berjas hitam, berusia sekitar empat puluh tahun. Dia adalah Fajar Darma Putra, seorang usahawan pemilik sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang farmasi, sekaligus pesaing bisnis Hendra.

Namun, dulu Fajar adalah rekan bisnis Hendra. Hubungan bisnisnya dengan Hendra bisa berakhir karena perbuatan Fajar sendiri, yaitu selingkuh dengan istri Hendra dan seperti terkena karma perusahaan Fajar jatuh bangkrut sebab terlilit hutang.

Akan tetapi, dengan 'bantuan' temannya, perusahaan Fajar bangkit kembali. Bahkan, berkembang dan menjadi lebih besar dibanding yang sebelumnya dan akhirnya menjadi pesaing Hendra. Meski begitu, sampai sekarang perusahaannya masih kalah bersaing dengan perusahaan Hendra.

Setelah turun dari mobilnya, Fajar lalu masuk ke penjara tersebut. Kurang dari lima belas menit, dia keluar bersama dengan seorang wanita yang usianya terpaut dua tahun lebih muda darinya. Wanita itu adalah Ema, istri sirinya. Mereka berdua berjalan berdampingan, tanpa ada yang bicara sepatah kata pun menuju mobil milik Fajar, lalu masuk ke mobil tersebut. Setelah berada di dalam mobil, Fajar akhirnya memecah keheningan.

"Gimana rasanya dipenjara selama enam tahun? Enak?" Mendengar itu, Ema langsung mendelik tajam, yang dibalas dengan gelak tawa Fajar.

"Jangan marah! Lagian salahmu sendiri, berani bertindak nekat."

"Jangan bikin aku emosi! Kalo kamu bikin aku emosi, aku enggak akan ikut sama kamu!" Ema mengancam. Namun, Fajar menanggapinya dengan enteng.

"Terserah kamu, tapi kalo kamu enggak ikut aku, emangnya kamu mau tinggal di mana? Hanya aku yang mempedulikanmu, sementara kedua orang tua, serta semua saudaramu tidak akan ada yang mau menampungmu karena mereka semua sudah membuangmu. Buktinya, selama kamu di penjara, hanya aku yang menjengukmu."

"Diam kamu!" bentak Ema. Dia pun langsung membuang muka.

Mood-nya langsung turun, saat diingatkan dengan fakta bahwa dirinya sudah 'dicoret dari KK'. Itu karena kesalahan Ema sendiri. Dia sudah mencoreng nama baik keluarga besarnya, dengan sudah berbuat sangat buruk pada Hendra dan Dava.

Melihat tingkah Ema, Fajar lagi-lagi tertawa. Lalu, tiba-tiba sebuah ide bejat muncul di benaknya.

"Bad mood ya? Aku tahu gimana caranya untuk memperbaiki mood-mu itu," ucap Fajar, sambil menyeringai. Dia lalu menghidupkan mesin mobilnya, kemudian memacu kendaraan tersebut pulang ke rumahnya.

***

Rumah Fajar

Setelah bersenang-senang, Fajar memutuskan untuk mandi. Begitu juga dengan Ema. Namun, jika bukan karena obat perangsang yang dicampur ke dalam air minum Ema, wanita itu enggan untuk memuaskan Fajar. Selain karena sedang bad mood, dia juga tengah lapar karena belum sarapan. Alhasil, mood Ema pun makin turun akibat perbuatan Fajar.

"Hei, mau sampai kapan kamu cemberut gitu, Say?" Fajar memecah keheningan.

Saat ini, mereka berdua sudah ada di meja makan untuk sarapan. Fajar duduk di kursi yang menghadap ke timur, berhadapan dengan Ema yang makan dalam diam. Wanita itu tidak berselera untuk mengobrol dengan Fajar. Jangankan mengobrol, melirik Fajar saja enggan.

"Ayolah, jangan marah dong! Aku kan udah lama enggak 'main' sama kamu." Ema masih diam, tidak merespons. Meski sebenarnya, dia ingin sekali melempari pria di depannya itu dengan sendok dan piring yang digunakannya untuk makan.

BSC (Brother Sister Complex) (terbit) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang