" Oh temennya Jake, bentar ya dipanggil dulu, sini masuk,"
Satya ikut melangkah masuk dan menunggu di ruang tamu.
" Jake, ini ada temenmu nyari, cepet turun nak!! " Mama Jake berteriak sambil berjalan ke lantai 2 tempat kamar Jake berada.
" Siapa ma? Jaya ya? Jake tapi gak ada janji sama ," Jake berkata sambil keluar kamar.
Satya yang mendengar itu hanya tersenyum getir.
' Jangan ada Jaya diantara kita, ' -Satya, sedang cosplay sadboy.
Jake turun hanya dengan menggunakan piyamanya, membuat Satya mengecek jam tangannya memastikan bahwa ini benar-benar masih jam 6 malam bukan jam 10 malam.
" Loh Satya, mau ngapain kesini? " Jake kaget begitu sadar bahwa yang bertamu ke rumahnya bukan Jaya tapi Satya.
" Jalan yuk, " Satya berkata tanpa beban seolah dia tidak mengajak secara mendadak.
" HAH?! yang bener aja kamu ngelantur apa gimana? " Jake menatap Satya dengan ekspresi tidak percaya.
" Oh temen mu dari mana ini, Jake? " Mama Jake datang sambil membawa dua gelas jus jeruk.
Jake menoleh kearah ibunya, " Oh ini Ma, temen sekelasku sekaligus ketua OSIS Dakara," jelasnya.
" Oh keren juga kelasmu, ketua-ketua disitu semua. Ini kalian mau ngapain,"
" eh iya tante, saya ijin mau ngajak Jake jalan apa boleh?" Satya berujar yang dibalas tatapan tajam Jake.
" Owh iya ajak keluar aja tante malah seneng, anaknya bertapa mulu dikamar udah kayak vampir,"
" Ma.. " Jake merengek ketika ibunya malah membongkar aibnya.
" Udah sana ganti, udah ditunggu juga," Mama Jake mendorong menuju kamar meninggalkan Satya yang tersenyum geli.
••°•°•°•°••
" Ini mau kemana sih,"
" Jalan aja,"
Jake menatap Satya lewat spion dengan pandangan tak percaya.
' Astaga kenapa orang-orang suka sekali mengganggu akhir pekanku,' -Jake, sedang kesal.