“Tuan Hokage…” Eren menundukkan kepalanya, air matanya masih berlinang. Kakashi mengelus kepala Eren seolah dia mengerti perasaannya.
“Eren, aku memang tidak begitu mengerti tentang kekuatan titan yang ada di dalam tubuhmu, aku hanya percaya kalau kau akan melindungi apa yang kau anggap berharga bahkan lebih dari nyawamu. Setiap orang punya masa kelamnya dan membuatnya menjadi berbeda dari sebelumnya. Aku juga… Kehilangan sesuatu yang berharga memang sangat menyakitkan, bahkan tusukan pedang rasanya tidak sebanding. Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha menerima kenyataan dengan rela walaupun itu sulit. Kita semua pernah menderita dan itu hal yang wajar…” Kakashi berbincang dengan Eren secara pribadi di ruangan yang ia tempati selama berada di Sunagakure. Eren menceritakan ingatan mengerikan dengan terisak.
“Aku takut kalau aku tidak bisa dihentikan… hiks!”
“Sasuke benar, kekuatanmu sepertinya sama besarnya dengan Kaguya… Levi bilang kau dapat ingatan baru tentang tempat ini.”
“Ya… Dunia shinobi juga ikut terkena gemuruh. Tidak ada yang bisa menghentikan ribuan titan setinggi 50 meter menginjak-injak yang dilaluinya.” Eren sudah mengatakan hal ini pada Levi dan sekarang dia ceritakan pada Kakashi. Kakashi tertegun sesaat, dia memikirkan hal ini.
“Apa kemungkinan itu bisa diubah? Yah… Masa depan tidak selalu pasti terjadi demikian jika kita melakukan tindakan lain untuk merubahnya. Aku mengerti kenapa hal itu bisa terjadi, jika semua aliansi shinobi bersatu karena alasan tertentu, pastinya mereka akan berpikir kalau bangsa Eldia adalah musuh. Selain itu, tidak semua shinobi Konoha mau mengerti keadaan kalian.”
“Tuan Hokage hebat sekali bisa memprediksi sampai sejauh itu…” Eren menatap Kakashi kagum.
“Aku hanya menarik kesimpulan secara garis besar dan berpikir secara logis… Aku akan memikirkan caranya agar aliansi shinobi tidak ikut campur, tentu saja aku juga tidak ingin ada shinobi atau penduduk Konoha terlibat semuanya. Aku pasti akan menemukan caranya… Eren, katakan apa yang terbesit di kepalamu pada Levi dan Sasuke, aku yakin mereka bisa menemukan solusinya. Kau tidak boleh menyimpannya seorang diri dan bertindak semaumu. Aku mengatakan hal ini karena menyangkut keselamatan bangsamu. Aliansi shinobi sangat mengerikan. Aku tidak ingat pernah mengatakan hal ini padamu atau belum, kalau shinobi Konoha sedikit berbeda dari yang lainnya. Konoha masih menjunjung tinggi rasa peduli pada teman dan boleh mengesampingkan aturan, tapi tidak dengan shinobi dari negara lain. Mereka mengutamakan aturan dan sanggup membunuh teman sendiri demi keberhasilan misi mereka. Dengan gambaran yang seperti itu, sudah jelas mereka akan membantai kalian tanpa ampun. Pemusnahan bangsa Eldia bisa dilakukan dalam sekejap, kau harus ingat itu.” Kakashi mengatakannya dengan sangat serius. Itu bertujuan agar membuat Eren goyah dan selalu memikirkan kembali apa yang harusnya dia lakukan.
“Jadi… Tindakan sekecil apapun yang aku lakukan… akan membahayakan nyawa teman-temanku dan orang Eldia di pulau Paradise… Hah…” Eren memegang kepalanya lagi. Dia benar-benar tampak frustasi menerima kenyataan ini. Air matanya kembali berlinang, dia benar-benar tidak sanggup menahannya.
“Tidak apa-apa, hanya ada kita berdua dan kau boleh menangis sesukanya. Ini pasti sangat berat bagimu…” Kakashi memegang bahu Eren yang gemetar.
“HUAAA…! AAAKH…! HA…! HA…!” Eren menjerit sejadi-jadinya dan itu membuat Kakashi terenyuh. Dadanya terasa nyeri melihat Eren menangis seperti itu. Dia merasa bahwa hal yang selama ini dialami bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan penderitaan Eren yang akan datang nanti.
“Eren sangat menderita, tidak sekarang, tapi nanti. Dia ingin dunia bersatu agar tidak ada lagi permusuhan. Dia menjadikan dirinya sebagai pusat kebencian. Eren… Bukannya aku tidak mengerti perasaanmu, tapi terlalu sulit untuk mengatakannya kalau aku mengerti, tidak, aku memang tidak mengerti.”
Kakashi membatin dalam diamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Heroes
أدب الهواةSetiap orang di dunia ini bisa menjadi pahlawan. Pria, wanita, tua, muda, bukanlah sebuah hambatan. Pahlawan yang mendapat pengakuan juga kepercayaan dari semua orang dengan memikul beban yang berat, kebencian dan juga harapan. Pahlawan yang membawa...
