Attack (2)

4.3K 330 155
                                        

Mereka bertiga masih termenung atas kejadian yang sangat mengejutkan ini. Hampir seluruh bangunan di Konoha hancur, yang lebih parah adalah kantor hokage. Tidak ada satu pun tembok yang berdiri, semuanya rata dengan tanah. Beberapa orang termasuk Shizune yang sedang ada di sana terkubur reruntuhan bangunan dan tak sempat menyelamatkan diri karena ledakan yang tiba-tiba.

“Kita harus mengejar mere…” Sasuke menarik lengan Naruto yang hendak menyusul mereka di lubang itu.

“Itu bukan tindakan yang tepat untuk saat ini, Naruto.” Ujar Sasuke.

“Sasuke benar, selain itu kau juga terluka.” Sai melirik Naruto, lengan dan kakinya berdarah terkena ledakan titan tadi.

“Brengsek…” Naruto mengeratkan giginya kesal.

“Kita harus membawa korban yang ada di sini.” Ujar Sai.

“Serahkan padaku.” Naruto membentuk segel dan membuat 6 orang bunshin. Mereka langsung melesat dan membawa orang yang terluka dari sana untuk mendapat perawatan.

“Menurut kalian, apa tujuan mereka melakukan hal ini?” Tanya Sai.

“Ini seperti sebuah peringatan…” Jawab Sasuke.

“Maksudmu, mereka tahu kerja sama kita dengan Paradise?! Karena itu anjing-anjing Marley seperti mereka menghancurkan Konoha?! Apa Yelena berkhianat?! Atau dari Azumabito?!”

“Tenanglah, Naruto, tentang siapa pun yang berkhianat kita akan segera mengetahuinya. Kita harus menunggu kedatangan Erwin kemari untuk mendapat kejelasan lebih lanjut. Selain itu, aku merasa kalau posisi Konoha sedang dalam bahaya.” Sasuke memegang dagunya.

“Apa sejak awal aliansi shinobi tahu tentang kerja sama ini?” Tanya Sai curiga.

“Mereka tahu, saat kami kemari, kebetulan 5 kage sedang berkumpul untuk membahas kasus Hoshigakure… Awalnya hanya Gaara yang mengetahuinya, lalu dia mengusulkan agar semua kage juga tahu. Setidaknya mereka tahu secara garis besarnya saja.” Ujar Naruto.

“Walau mereka tahu, bukan berarti mereka akan mengabaikan hal ini begitu saja, kemungkinan mereka akan bergabung membalaskan dendam mereka pada Eldia. Hanya orang-orang yang mengerti saja kalau Eldia terbagi menjadi 2 kubu.” Sasuke menjelaskan kekhawatirannya.

“Bagi para kage yang hanya tahu masalah ini secara garis besarnya, entah itu Eldia Paradise maupun Eldia Marley, mereka tetaplah Eldia yang membuat penduduk ke 5 negara terbunuh.” Sai menambahkan.

“Benar apa yang Armin katakan, aku masih mengingatnya… Apa yang tidak kita khawatirkan justru terjadi… Zeke… dan titan cebol itu…” Naruto masih mengepalkan tangannya geram.

“Dilihat dari peluru yang menembak kita tadi, kurasa pelurunya bukan dari senapan biasa… Lihatlah, bekas tembakannya lebih besar dari peluru senapan.” Sai menunjuk tanah bekas tembakan.

“Aku ingat, Yelena dan Onyankopon pernah mengatakan kalau persenjataan Marley memiliki ukuran dari yang terkecil hingga meriam anti-titan yang digerakkan melalui kereta.” Ujar Naruto. Sai memicingkan matanya.

“Bentuknya seperti senapan, tapi memiliki ukuran besar. Daya tembaknya juga sanggup menghancurkan kepala sekaligus, lalu… tembakan itu seolah datang dari atas…” Sai mengamati arah sudut peluru yang menancap di tanah. Sasuke tersentak.

“Naruto, apa kau ingat ada titan yang berjalan seperti reptil sambil membawa sesuatu di punggungnya? Jjka dugaanku benar, titan itu yang menembaki kita tadi dari sisi sana dengan senjata berat.”

“Kau benar… Aku ingat, dia titan yang tidak begitu besar dan memiliki wajah lonjong mirip buaya, dengan gaya berjalannya yang seperti itu, senjata berat pun bisa dia angkut di punggungnya.” Naruto mengira-ngira maksud Sasuke.

The HeroesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang