Mereka bertiga berguling cukup kencang di atas tanah beralas rumput yang luas. Sakura bangun dengan dibantu Naruto, kemudian dia segera menelentangkan badan Rock Lee yang masih belum sadar. Sakura memulai teknik ninjutsu medisnya untuk menolong Rock Lee yang masih dalam kondisi kritis.
"Alis Tebal, bertahanlah!" Naruto memegangi tangan Rock Lee. Naruto berharap agar Rock Lee tetap hidup. Kehilangan Neji sudah cukup membuatnya terpukul. Kali ini dia bertekad sekuat tenaga agar Rock Lee selamat.
"Jangan cemas, Lee-san memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Dia pasti akan segera sadar. Aku juga akan berusaha mengerahkan seluruh kemampuanku untuk menyelamatkannya." Sakura menenangkan Naruto.
"Aku mengandalkanmu, Sakura-chan..." Ucap Naruto lemah.
"Kau tidak percaya padaku, Naruto?"
"Ah, bukan begitu!"
"Hm hm!" Sakura tertawa kecil melihat Naruto gelagapan. Dia mengerti bagaimana perasaan Naruto, tapi dia tidak boleh berwajah cemas agar Naruto tidak terlalu khawatir.
"Ne~, kita ada di mana?" Tanya Sakura sambil mengobati Rock Lee. Naruto mengedarkan pandangannya, menoleh ke sana ke mari berusaha mengenali tempat yang baru kali ini dia lihat. Dia berdiri dan berjalan tidak jauh dari tempat Sakura dan Rock Lee, lalu kembali.
"Entahlah, aku merasa asing dengan tempat ini. Padang rumput ini luas sekali, tapi..." Naruto mengedarkan pandangan ke arah rimbunan pepohonan.
"Ada apa?" Sakura masih sibuk memulihkan Rock Lee.
"Pohon itu, lihatlah... Kenapa ukurannya besar sekali? Tidak seperti pohon yang biasa kita lihat pada umumnya. Apa aku harus memeriksanya ke sana?" Tanya Naruto yang langsung mendapat penolakan dari Sakura.
"Sebaiknya kita tidak boleh terpisah. Bisa saja kita terlempar ke tempat yang jauh dari Negara Air." Jelas Sakura.
"Kita tunggu saja sampai keadaan Lee-san cukup membaik." Tambahnya lagi.
"Aku mengerti... Hm? Sakura-chan, kau juga terluka!" Naruto berteriak terkejut melihat lengan Sakura yang tergores dan mengeluarkan darah.
"Aku tidak apa-apa, aku juga bisa menyembuhkan diri walau tidak secepat kamu, Naruto."
"Baiklah, tapi tetap saja itu membuatku cemas."
"Aku baik-baik saja!" Sakura tersenyum.
"Hm? Sakura-chan, apa kau juga merasakannya? Apa ada gempa bumi?" Naruto berlutut dan memastikan tanah yang bergetar itu dengan tangannya.
"Ah, kau benar! Tapi, ini bukan getaran dari gempa bumi, seperti derap langkah kaki." Sakura menghentikan teknik penyembuhannya sebentar.
"Apapun itu, sebaiknya kita..." Kalimat Naruto terhenti, dia membelalak ketakutan melihat sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dari belakang Sakura.
"Eh? Kenapa Naru... Akh!" Sakura merasa dia dipegang oleh tangan yang besar. Sakura meronta, tangan yang memeganginya sekarang berada tepat di wajahnya. Sakura menjerit, namun suaranya tidak bisa keluar. Makhluk yang memegangi Sakura membuka mulutnya, bersiap menelan tangkapannya bulat-bulat.
"Sakura-chan!" Naruto mengeluarkan 5 bunshinnya. 1 bunshinnya membawa Rock Lee menjauh dari tempat ini sedangkan bunshin yang lain menyerang makhluk tinggi besar itu bersama-sama. Naruto mengeluarkan rasengan-nya dan berhasil memotong lengan raksasa itu. Sakura terjatuh bersamaan dengan tangan raksasa yang masih mencengkeramnya. Naruto berusaha membawa Sakura pergi menjauh ke tempat Rock Lee berada. Bunshin Naruto hilang satu persatu di mulut makhluk itu. Setidaknya, mereka bisa memberi waktu untuk Naruto dan Sakura kabur. Sakura yang digendong oleh Naruto melihat makhluk itu untuk memastikan. Namun raut mukanya berubah lebih pucat lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Heroes
FanfictionSetiap orang di dunia ini bisa menjadi pahlawan. Pria, wanita, tua, muda, bukanlah sebuah hambatan. Pahlawan yang mendapat pengakuan juga kepercayaan dari semua orang dengan memikul beban yang berat, kebencian dan juga harapan. Pahlawan yang membawa...
