The Final Result, We are Heroes

5K 365 162
                                        

“Dunia tanpa titan… Kutukan bangsa Eldia yang selalu menghantui kini telah lenyap… Sekarang, kalian tidak lebih dari seorang manusia biasa… Hiduplah damai dengan berdampingan bersama bangsa lainnya, karena kita bukan lagi ancaman…”

BWOSH…!

“Kenapa?! Asapnya semakin banyak!” Seru Naruto kebingungan. Dia menoleh ke arah pertarungan Sasuke barusan, bongkahan batu melayang itu masih ada di sana. Walau tertutup asap tebal,  batu itu masih bisa dilihat dengan sangat jelas karena ketinggian dan ukurannya. Amaterasu merambat dari celah-celah sempit bebatuan, sedikit demi sedikit menyelimuti bulan yang Sasuke ciptakan membuatnya semakin tampak mengerikan. Sasuke tidak mempermasalahkannya, dia membiarkan api hitam itu berada di sana.

BOFF BOFF BOFF BOFF BOFF BOFF BOFF

“Naruto, kemarilah, aku merasa ada keanehan yang telah terjadi. Selain itu, aku bisa mendengar suara Eren.” Ujar Levi. Dia terduduk karena merasa sangat kelelahan. Rasa sakit di sekujur tubuhnya semakin menjadi setelah pertarungannya selesai.

“Baiklah, aku mengerti.” Naruto berjalan cepat meninggalkan kepulan asap yang tidak ada habisnya itu. Dia tidak bisa melihat apa-apa, hanya chakra milik Sasuke, Sai dan ayahnya. Tak berapa lama, dia pun tiba di tempat di mana Levi, Sasuke, Sai dan Sasha berada. Hanya mereka berempat yang bisa Naruto lihat dengan jelas.

“Naruto, apa kau ingin mengabulkan permintaan Eren?” Tanya Sasuke. Naruto terkejut mendengarnya.

“Hah?! Pe, permintaan Eren?! Bagaimana kau bisa berkomunikasi dengannya…”

“Kau setuju, atau tidak?” Tanya Sasuke tegas.

“A, ah… Tentu saja. Tapi, bagaimana…”

“Hm? Uchiha Sasuke…” Kurama menatap Sasuke yang sekarang tengah berdiri di depannya bersama Naruto yang masih kebingungan.

“Eh?” Naruto kaget melihat keberadaan Kurama dan Sasuke di alam bawah sadarnya. Sasuke mendengus.

“Jangan menatapku begitu, Kurama, aku dan Naruto hanya ingin mengabulkan permintaan terakhir Eren biarpun sebenarnya aku tidak begitu menyukainya.” Ujar Sasuke santai. Dia menepuk punggung Naruto yang sekarang mulai mengerti apa yang Sasuke maksudkan. Kurama menurunkan tubuhnya, menempatkan kepalanya ke bawah sambil tersenyum.

“Begitu… Baiklah, sepertinya itu adalah hal yang penting. Sampaikan padanya kalau aku tetap tidak menyukai bocah itu.”

“Baiklah, jika aku bisa melakukan sesuatu, mungkin kau bisa mengatakannya sendiri… Ayo, Naruto.” Sasuke berbalik. Naruto menganggukkan kepalanya mengikuti Sasuke dari belakang.

“Hei, Sasuke, apa yang terjadi? Aku tahu, mungkin kau masuk lagi ke tempat itu dan bertemu dengan Eren. Tapi, aku tidak akan bisa masuk ke sana dan menemuinya.”

“Aku juga tidak mengerti bagaimana chakra bisa beresonansi dengan kekuatan titan, terutama kekuatan titan pendiri. Ini adalah percobaanku membawamu bersamaku ke tempat itu dan semoga saja berhasil.”

“Bagaimana dengan Sai?”

“Aku juga tidak yakin, tapi akan aku coba.”

“Eh?! Di mana ini?! Orang-orang ini…” Tiba-tiba, Naruto berada di tempat gelap dengan tanah penuh pasir dan sebuah pohon besar yang bercahaya. Bukan hanya Naruto dan Sasuke yang berada di sana, tapi ada banyak sekali orang. Naruto berjalan-jalan mengelilingi orang-orang yang berdiam diri seperti boneka sambil memperhatikan wajahnya. Tatapan mata mereka hampa seperti tak bernyawa. Dia mendekati Jean, lalu menepuk bahunya. Sasuke berdiri tepat di sampingnya.

“Aku akan mencoba hal yang sama denganmu pada Sai.” Sasuke berbalik. Naruto tidak menjawabnya, hanya memberikan tatapan yakin pada temannya itu. Matanya tak lepas menatap Sasuke yang mulai menjauh ditelan gelapnya tempat aneh itu. Tangannya masih dia tempatkan di bahu Jean.

The HeroesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang