22

1.1K 176 18
                                    




"Selamat pagi Kang Seulgi, ahh aku hampir lupa. Senang bisa bertemu denganmu lagi dan selamat atas pernikahanmu dengan Joohyun."

"Untuk apa kau datang menemuiku?"

Seulgi menatap tajam pria yang baru saja masuk kedalam ruangannya, dengan santainya Minjae duduk dihadapan Seulgi yang terlihat ingin membunuhnya.

"Ayolah apa kau masih dendam padaku, karena telah membuatmu berpisah dari Irene? Bukan aku yang bersalah sepenuhnya."

"Tutup mulutmu."

"Kenapa? Sebenarnya Joohyun dan aku adalah sepupu jadi aku juga merupakan keluarganya artinya kita saudara ipar."

"Mau kau sepupunya Joohyun atau siapapun dirimu, kau tetaplah sampah bagiku."

"Huh tidak masalah. Aku dengar-dengar anakmu sekolah di Hanlim? Apa boleh aku berteman de-"

"Enyah dari hadapanku sekarang juga atau aku akan menjadikan hari ini adalah hari terakhirmu berada di dunia."

"Baiklah aku akan pergi," Minjae berdiri sembari memperbaiki jasnya. "Dunia sangat jahat Kang Seulgi, terkadang juga dunia menipu. Bisa jadi orang-orang di dekatmu pun pandai menipu, mungkin besok ataupun nanti. Itukan yang pernah kau kau katakan padaku."




























"Bagaimana perasaanmu selama tinggal dengan daddymu?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana perasaanmu selama tinggal dengan daddymu?"

"Cukup menyenangkan untuk akhir-akhir ini."

"Jadi artinya kau sudah memaafkannya?"

Yerim menatap Yoong yang masih menunggu jawabannya.

"Seseorang membuatku merasa bersalah."

"Maksudnya? Ayah benar-benar tidak mengerti maksudmu."

"Seseorang telah menasehatiku dan itu membuatku merasa bersalah pada daddy, setelah dia menasehatiku jujur saja aku menangis waktu itu juga."

"Apa sekarang anak ini menangis selain dimarahi mommy Soojung?"

"Ayah, aku akan pulang kalau ayah masih mengejekku."

"Siapa yang mengejekmu?"

"Bunda~~"

"Lihat? Sekarang kau pasti akan mengadu."

Yoong semakin menggoda Yerim yang memeluk Seohyun dengan manjanya.

"Bunda, ayah terus saja mengejekku."

"Berani sekali kau mengejek bayiku, tenang saja oke? Kalau ayahmu ini masih mengejekmu, nanti bunda akan membuatnya tertidur di sofa."

"Oh god, Yerimie maafkan ayah."

"Yerim?" Panggil Seohyun, merasa tidak ada jawaban, ia pun melihat Yerim yang ternyata terlelap dan masih memeluknya.

Mafia [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang