Seorang putri presiden Bae Youngjun dinikahi oleh mafia yang merupakan ketua dari geng yang begitu berkuasa dan ditakuti di seluruh kota geng tersebut bernama 'Red Devil'.
Akankah pernikahan keduanya yang bertahan tanpa adanya cinta? Ataukah pada ak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Joohyun melenguh kemudian tangannya bergerak sedikit membuka tirai, diluar ternyata sedang turun hujan, ditutupnya kembali tirai tersebut. Jika hujan biasanya akan terasa dingin tapi dia malah merasa hangat karena seseorang yang berada dibelakangnya tengah memeluknya, belum lagi kondisi tubuh mereka yang sama-sama tidak mengenakan sehelai benangpun dan hanya tertutupi oleh selimut tebal.
"Seulgi."
Itulah mereka, pasangan suami istri yang berakhir dengan peperangan ranjang, mereka berdua melakukannya dikamar minimalis yang tersedia diruang kerja Seulgi.
"Ada apa?"
"Aku kira kau belum bangun."
"Aku bahkan belum sempat tertidur, Joohyun. Memangnya ada apa, apa hari ini kau ada kelas?"
"Sebenarnya aku sudah tidak ada urusan apapun lagi, karena aku hanya perlu menunggu sidang."
"Begitu... Joohyun."
"Apa?"
"Aku ingin kau menceritakan awal kita melakukannya, aku benar-benar tidak mengingatnya sama sekali."
Joohyun pun membalikkan badannya dan beradu pandang dengan Seulgi, lagi-lagi Joohyun dibuat terpesona oleh mata monolid itu.
Soal luka diwajahnya, Seulgi tidak mempedulikannya jadilah lukanya mengering sendiri akan tetapi masih terasa sakit.
"Tapi kau mungkin masih ingat saat awal kau dan Yerim berbaikan kan?" Seulgi mengangguk. "Kau mengadakan acara dihalaman belakang, aku sudah memperingatkan untuk tidak minum terlalu banyak. Tapi kau menghiraukannya begitu saja, dan saat kita melakukannya disitu aku dalam masa subur. Kita juga melakukannya terus, padahal aku sudah bilang kalau aku lelah tapi lagi-lagi kau menghiraukannya."
Flashback
"Kau bahagia?"
"Sangat. Aku tidak pernah sebahagia ini Joohyun, tadi kau melihatnya? Yerim, dia memelukku Joohyun. Apa begini rasanya menjadi seorang ayah?"
"Aku melihatnya, aku turut bahagia. Lalu apa rencanamu selanjutnya?"
"Emm bagaimana kalau kita mengadakan pesta kecil-kecilan? Maksudku hanya keluarga dan orang-orang rumah, ahh aku bahkan tidak tau harus berkata apa."
Joohyun ikut tersenyum melihat Seulgi yang terlihat begitu bahagia dan antusias membuatkan pesta atas kemenangan tim Yerim, serta ingin menunjukkan dukungannya untuk Yerim.
Malam pun tiba, ada yang sibuk memanggang daging, bermain petasan dan beberapa games lainnya.