27

1K 152 0
                                    



"Ayah menyuruh kita datang."

"Untuk?"

"Entah, tapi ayah bilang ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganmu."

Sekilas Seulgi menatap Joohyun yang duduk disebelahnya, hari ini dia yang menjemput Joohyun karena tidak mungkinkan dia berduaan dengan Joy. Tapi demi keamanan Joy, Seulgi telah memerintahkan beberapa orang menjaganya serta dua orang maid menemaninya.

Sehun, untuk hari ini menjadi supir pribadi Yerim.

Sehun, untuk hari ini menjadi supir pribadi Yerim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jika mencariku, aku ada di kamar."

Seulgi hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangan yang ternyata adalah perpustakaan.

Seulgi hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangan yang ternyata adalah perpustakaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Duduklah, Seulgi."

Yongjun menutup bukunya lalu melepaskan kacamatanya.

"Tidak perlu basa basi lagi, ayah hanya ingin tau kenapa kau memukul Minjae waktu itu?"

"Apa ayah akan diam saja disaat, sebelumnya maaf jika menyinggung. Apa ayah diam saja disaat pria lain secara terus-menerus mengirim pesan dan bunga pada orang yang ayah cintai? Bahkan pesannya terus saja mengajak bertemu berdua."

"Apa Joohyun yang mengadu padamu?"

"Tidak, tapi aku meminta pada temanku untuk mengakseskan semua yang terhubung di ponsel Joohyun ke ponselku."

"Lalu kenapa Joohyun tidak memberitahumu?"

"Joohyun masih belum terbiasa berbagi denganku."

"Begitu. Apa kau melakukannya karena telah mencintainya?"

"Seperti yang aku katakan diawal tadi."

"Jadi kapan kalian memberiku cucu kedua?"

"Cucu kedua?"

"Ahh... Ayah hampir lupa, beberapa hari yang lalu Joohyun datang kesini dengan anakmu. Ternyata anakmu sangat mirip denganmu, ayah hampir mengira jika itu kau."

"Ayah, tidak marah?"

"Untuk apa? Justru ayah sangat senang karena Joohyun dikelilingi orang-orang yang sayang dan bisa menjaganya. Dan aku salut pada anakmu karena bisa menghadapi sikap manja Joohyun, bahkan ayah sering kali kewalahan menghadapinya, bukan hanya itu saja anakmu juga sangat sopan."

"Permisi, apa boleh aku masuk?"

"Untuk apa meminta izin, kalau kau sudah duduk Joohyun."

"Hehehe... Ngomong-ngomong kalian berdua tidak bosan berada di ruangan ini?"

"Selagi makan jangan berbicara, Joohyun."

"Ish kau ini, aku hanya ingin bergabung dengan kalian. Karena kalian lama sekali, jadi aku pikir pembicaraan kalian seru makanya aku masuk kesini."

"Hyunnie, sudah berapa banyak es krim yang kau habiskan hm?"

"Ini yang pertama, ayah."

"Benarkah?"

"Iya ayah, ini yang pertama."

"Yang pertama kau bawa kesini dan yang kedua sudah ada didalam perutmu, benar?" Ujar Yongjun.

Joohyun hanya menyengir dan masih asik menyendok es krimnya, Seulgi yang melihatnya menggeleng kecil melihat kelakuan istrinya.

"Maaf tapi aku harus menjawab telfon, permisi." Pamit Seulgi keluar dari ruangan.

"Ada apa?"

"Daddy, tolong aku."

"Ada apa, Yerim? Cepat katakan kau kenapa?"

"Mommy Joy ingin melahirkan, daddy!!! Arggghh hiks hiks daddy tolong aku."

"Lalu sekarang kalian ada dimana? Apa Sehun bersama kalian?"

"Kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, daddy aku jadi korban kekerasan."

"Sabar Yerim, nanti kami akan menyusul kalian, oke. Jangan lupa jika kau terluka segera suruh Sehun menemanimu untuk mengobatinya."

"Yerim, kenapa?"

"Astaga kau ini mengagetkan saja, Joohyun kita harus segera ke rumah sakit."

"Yerim masuk rumah sakit?!"

"Bukan Yerim, tapi Joy akan melahirkan."

"What? Kenapa baru memberitahu. Ayo."

Seulgi yang awalnya ingin pamit pada mertuanya malah diseret begitu saja oleh istrinya.

Seulgi yang awalnya ingin pamit pada mertuanya malah diseret begitu saja oleh istrinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat tiba, Seulgi dan Joohyun langsung diarahkan oleh Axel yang sedari tadi menunggu. Mereka jalan terburu-buru menuju ruang bersalin, tiba didepan ruangan, Seulgi dan Joohyun mendapati Sehun tengah mengobati Yerim yang terluka karena cakaran dari Joy.

"Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Joohyun yang terlihat begitu cemas.

"Mereka masih didalam, tadi-"

Ucapan Sehun terpotong disaat seorang suster keluar.

"Apa anda suaminya?" Seulgi dibuat kaget karena suster tersebut menarik dirinya agar ikut masuk kedalam. Joohyun ikut menarik Seulgi karena perasaan cemburunya? Mungkin.

"Apa-apaan ini, dia suami saya. Bisa-bisanya anda tidak mengenalinya, beberapa bulan lalu kami menikah. Cih enak saja."

"Maaf nyonya, saya sangat minta maaf. Tapi nyonya, pasien sedang membutuhkan seseorang untuk mendampinginya."

"Tapi jangan main klaim begitu saja, dia punya suami sendiri dan ini suami saya. Apa perlu saya kasih watermark yang besar?"

"Joohyun, tenanglah. Maafkan istri saya, tapi kalau boleh tau bagaimana keadaannya sekarang?"

"Pasien tengah menunggu pembukaan sepuluh."

Tiba-tiba terdengar kegaduhan dari dalam ruangan, yang dimana ternyata Joy telah pembukaan ke sepuluh.

Tanpa pikir panjang, Joohyun masuk kedalam dan langsung menggenggam tangan Joy yang juga menggenggamnya dan terasa tangan Joy berkeringat dingin.

Sementara Seulgi yang sempat melihat keadaan Joy sebelum pintu tertutup membuatnya membayangkan mungkin dulu Irene seperti itu dimana saat tidak ada dirinya sewaktu melahirkan Yerim, rasa takut tiba-tiba menyelimutinya dan tersadar saat Sehun menepuk pundaknya.

"Lupakan masa lalumu, kau tidak sepenuhnya bersalah."

"Sehun, apa dulu Ire-"

"Jangan membahasnya disini dan ingat perasaan Yerim." Bisik Sehun kemudian memberi isyarat agar duduk disebelah Yerim yang juga menunggu.

🐻🐰

Mafia [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang