X-tra Story 1 - ONE MORE SLEEP

608 58 18
                                        

Gue menghampiri perempuan cantik gue yang kini sedang sibuk mondar-mandir di tengah Khayangan Estate, melakukan final check untuk segala persiapan pernikahan kami yang akan di adakan besok pagi. Yeah Dude, one more sleep 'till Yuki and I are going to get married tomorrow! Setelah lima bulan mencoba untuk memperbaiki semuanya, she's finally warming up on me. Dan ternyata, setelah kejadian malam itu, Yuki juga akhirnya mau menerima gue kembali. Bukan cuma jadi kekasihnya, tapi juga langsung menjadi calon suaminya, karena gue pun langsung melamarnya lagi. Kejadiannya apa? Ada lah, pokoknya seru, deh! Hahaha... Intinya, Yuki dan gue, kami akhirnya bersama-sama lagi, dan memutuskan untuk menikah dalam kurun waktu tiga bulan, yang berarti besok! And finally, yours truly here, gonna be a husband tomorrow guys! Woohoo!!

Makanya, sekarang dia sibuk banget mengurus semuanya, secara dia sendiri WO-nya. Hahaha... The perks of marrying a wedding organizer, walaupun sebenernya gue udah bilang untuk hire WO lain, tapi Yuki tetep mau kerjain semuanya sendiri. Dia segini seriusnya mempersiapkan pernikahan kami, dan gue juga kagum dengan segala yang dia lakukan untuk pernikahan ini. Dan melihat hasil akhir persiapan pernikahan kami yang ternyata keren banget ini, gue jadi ngerti kenapa dia nggak mau vendor lain. Because who's gonna do anything better than how Yuki's doing for her own wedding, right?

"Ini besok tolong lakbannya di ganti aja, deh. Pake yang agak kecilan. Kelihatan banget soalnya. Terus kelopak bunganya juga tolong di tabur yang banyak, tapi kalau bisa sih jangan numpuk di tengah, susah jalannya. Eh, hi Baby," dia terkejut ketika gue memeluknya dari belakang dan mencium tengkuknya, menikmati aroma tubuh Yuki yang selalu gue sukai, perpaduan dari sabun, hand body lotion, dan perfume yang selalu bikin gue jadi betah peluk-peluk dia.

"Sibuk banget sih sore-sore begini? Aku kelar mandi, kamu udah ilang. Kan aku pengen mesra-mesraan tau. Soalnya nanti malem kita kan nggak se kamar lagi sampai besok," gue merajuk. Yuki tertawa kemudian mengelus kepala gue.

"Halah, clingy-nya, padahal cuma semalem doang, dan mulai besok bakalan sekamar sampai adanya kamu yang bosen kali pengen kabur-kaburan terus karena selalu sekamar sama aku."

"Ya enggak dong, Sayang. Nggak bakal. Jadi, ayo dong, ke kamar bentar. Pengen pelukan, nih. Ya?" Gue melancarkan jurus rayuan gue pada calon istri gue ini sambil mulai menciumi bahunya, dan pelan-pelan tangan gue mulai menyusup ke blouse-nya, untuk mengelus perutnya yang rata dan seksi itu. Tapi Yuki langsung memukul tangan gue dan menepisnya.

"Heh! Tangannya, nakal banget! Malu tau, nanti kalau ada yang lihat gimana?"

"Nggak ada orang, Yuk. Mereka juga ngerti kali kalau kita mau ngapain. Ayo, ayo, ke kamar yuk. Biarin aja ini Deena atau karyawan kamu yang urusin."

"Eh, nggak, nggak, aku mau final check ini bentar, Babe. Soalnya aku nggak akan sempet lagi nanti. Dan Deena juga lagi sibuk ngurusin yang lain, mereka-mereka juga sama. So, keep it in your pants, okay." Senyum Yuki terkembang meledek gue, membuat gue langsung cemberut. Yaudah lah, besok juga udah bakalan bareng-bareng lagi. Besok liat aja kamu, Yuk, nggak bakal aku biarin kamu keluar kamar dan aku bakal pelukin kamu seharian.

"Bytheway, Babe, how's your handwritten wedding vows going?"

Glek! Gue menelan ludah mendengar pertanyaan Yuki soal wedding vows kami besok. Iya, ini adalah permintaan Yuki pada gue sebulan yang lalu, dia ingin gue dan dia, membuat janji pernikahan sendiri untuk di bacakan di depan altar, bukan sesuai dengan template seperti yang biasanya. Dan jujur aja, Bro, sampai sekarang, gue bahkan belum buat itu wedding vows sama sekali. Udah, cuma nggak ada satu pun yang gue rasa pantas untuk gue bacakan di depan altar besok saat kami akan bertukar janji pernikahan. Kadang gue bingung, dulu, ke perempuan lain, betapa mulut gue ini pinter banget bikin kata-kata gombal sampai mereka klepek-klepek. Tapi kenapa sama perempuan satu ini nih, yang sudah berhasil menyihir gue jadi super cupu begini, gue bisa segini bodohnya, bahkan untuk menuliskan sebuah janji pernikahan!

RemainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang