Masalah bermula saat Pangeran Taehyun diculik tepat di hari besar perayaan ulang tahunnya yang ke-20. Ia lalu dibawa ke tempat terjauh dari Kerajaan dan dipaksa melakukan hal-hal terlarang, sangat menyiksa fisik dan mental Taehyun.
Namun, siapa sang...
(Yang Mulia sedang memantau barisanpermaisurinya yang udah nggak sabar menantikan notif book ini update)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca, semua!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Soya melihatnya. Kericuhan yang terjadi di seluruh Negri setelah berlalu beberapa jam sejak keberangkatan pangeran bersama semua pengawal dari rumah tua milik Choi Soobin itu.
"Pangeran ditemukan! Pangeran masih hidup!"
"Ya! Pengawal Choi beserta rombongan yang membawanya! Pangeran kini sudah kembali ke Istana!"
"Benar! Raja sudah mengumumkan pesta besar yang kontan dilangsungkan di pusat Gongmyeong. Mari semua sama-sama membawa persembahan hasil panen terbaik ke hadapan para bangsawan sebagai ucapan syukur!"
"Mari!!!"
Lalu sekumpulan rakyat tersebut beramai-ramai pergi meninggalkan kediaman mereka. Tak butuh waktu lama pemukiman itu menjadi sepi dalam sekejap dengan para warga yang berbondong-bondong berangkat lengkap dengan kuda atau gerobak kereta yang sekalian membawa hasil panen mereka, yang nantinya akan disimpan pada bilik penyimpanan kerajaan dan akan dibagikan pada yang lebih membutuhkan.
Soya memandangi kepergian para warga agak cemas. Jika menebak dari panorama langit saat ini, sekarang masih berada di kisaran pukul satu siang. "Apa pangeran tidak dibiarkan istirahat saja? Apa pestanya sepenting itu? Ah, kuharap pelayan istana takkan melupakan makan siang pangeran. Dia pasti kelaparan." Apa dia masih menyukaiikan kering?
"Hei, Choi Soya."
Soya menoleh. Itu Yeonjun si pelaku yang menyebut namanya. Ya. Hanya mereka berdualah yang tinggal berdiam rumah Soobin ini entah untuk sampai berapa lama. "Ah, Oppa ini kenapa?"
"Apa yang kau pikirkan?" tanya sang kakak, ikut menatap luar jendela. "Kau mau ikut pestanya juga? Bukankah pangeran sudah memerintahkan kau istirahat untuk tugas nanti malam? Soobin yang memberitahuku itu."
Soya mengulur napas panjang. "Ah, molla. Pangeran itu bersikap semaunya."
"Aku curiga dia akan menjadikan adikku sebagai aset peribadinya," celetuk Yeonjun enteng.