empatpuluhsembilan

25.3K 2.9K 871
                                        


Lama ni Nunggu 15k, gak sabar aku tu.

Wajik komen dan kasih bintang yang banyak.

Saat kalian terhibur dengan cerita aku, aku juga terhibur dengan respon kalian di cerita aku.

Jadi jangan sungkan untuk kasih tanggapan dicerita yang aku buat

Happy reading

****

"L.. Lo mau mukul gue?" Tanya Nesya ketakutan, walaupun Zio tidak benar benar mencekiknya tapi Zio benar-benar membuatnya takut

"Gue bisa mukul siapa aja yang ganggu Alya" desis Zio tepat dihadapan Nesya

"Yoo jangan" bujuk Alya memberanikan diri merangkul tangan kanan Zio

"Gue t ta...tadi gak sengaja" Nesya membela diri, tapi pembelaannya justru membuat Zio semakin marah dan menambah kekuatan tangannya di leher Nesya

"Lo pikir gue tolol?"

Nesya tidak menjawab sulit untuknya berbicara, dan parahnya tidak ada yang membantu Nesya, tidak ada yang berani apa lagi mereka yang tadi terlibat perkelahian semua sudah meninggalkan kantin.

"Zioo jangan yo" Alya makin ketakutan, Zio tidak pernah main-main jika sudah marah, bahkan rasanya Alya ingin menangis karena rasa takutnya. Tapi beruntung Budi sudah datang dan menarik Zio agar terlepas. Zio kembali maju mendekati Nesya yang sudah ketakutan, tapi Budi tidak diam ia mendorong dada Zio agar Zio menjauh dari Nesya yang sudah gemetar

"Yo udah yo" Budi menahan dada Zio

"Dia udah ganggu Alya Bud" Zio menepis tangan Budi

"Lo liat Alya" Budi menunjuk Alya dengan dagunya "lo udah buat dia takut" Dan saat Zio melihat Alya, Zio tau jika Alya menahan tangisnya karena takut.

"Sialan" umpat Zio menarik tangan Alya dan meninggalkan kantin. Zio membawa Alya kebelakang toilet yang jarang dilewati orang.

Zio menempatkan Alya untuk berdiri tepat dihadapannya. Alya tertunduk, Zio tadi sangat menakutkan saat menkekik Nesya tadi.

"Kenapa nangis?" Tanya Zio. Alya mendongak melihat Zio lalu kembali tertunduk

"Takut" cicit alya mulai menangis

Alya yang cengeng semakin cengeng semenjak ia hamil, Zio baru menyadarinya kemarin.

"Lo buat gue takut"

Zio menarik Alya untuk masuk ke dalam pelukannya, menghela nafas panjang Zio mulai mengelus kepala Alya yang ia tenggelamkan di dadanya.

"Lo juga buat gue takut Alya. Lo hampir kenapa-napa tadi"

"Tapi Lo serem banget tadi" Isak Alya

"Maaf maaf, gue kelepasan tadi, udah jangan nangis lagi gue kan gak marah sama Lo"

"Iya"

"Iya? Tapi masih nangis aja, mulai sekarang Lo gak boleh berantem lagi"

"Tapi gue pengen bantu Jena tadi" Alya masih betah di dada Zio

"Kalau Lo gak hamil gak papa. Lo mau kalau anak gue kenapa-napa?"

Alya menggeleng tidak menjawab

"Inget Lo kalau yang Laen ribut kaya tadi Lo langsung minggir"

"Iya, tapi kalau anak Lo udah lahir gue boleh berantem lagi ya?" Tanya Alya yang sudah mendongak menatap zio

"Aagghhh Alya ingus Lo nempel di baju gue" Zio melepaskan pelukannya saat melihat Alya yang menyisakan ingus di bagian dadanya

the secret coupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang