empatpulahlima

30.2K 3K 1.4K
                                        

Yang baca Part kemarin kayanya lagi pada darah tinggi, emosi semua🤣🤣🤣

Tapi maaf ya aku senang baca komen kalian yang penuh emosi, bukan karena sudah buat kalian kesel tapi karena aku berhasil buat kalian masuk dalam cerita ini

Aku gak tau ini konflik utama atau bukan, pokonya konflik aja dan menurut aku gak berat si🤭
Dan buat kalian yang khawatir gak ada adegan ke-uwe-an zioalya gak usah khawatir karena itu gak mungkin aku buang🤣

Happy reading 😘😘

****

Tinggal beberapa hari lagi Zio akan mengikuti olimpiade seperti tahun kemarin, dan tahun ini Zio terpilih lagi untuk mewakili sekolah, Jadi belakangan Zio jadi semakin sering belajar. Bahkan malam ini sudah dua jam Zio tidak bergeser dari meja belajarnya, saat alya memberikan cemilan Zio tidak melirik Alya sama sekali.

Alya sempat bingung bagaiman bisa Zio mengerjakan begitu banyak soal matematika, sedangkan Alya hanya melihat satu soal saja sudah membuatnya sakit kepala.

Sedikit bosan karena Zio yang sibuk sendiri Alya menghabiskan waktunya membereskan pakaian yang baru ia setrika di lemari. Lalu mengganti spray agar besok pagi bisa di cuci bik Minah.

Tapi selesai dengan itu semua Alya bingung harus melakukan apa, kalau dia tidak melakukan apa-apa ia akan ingat dengan masalahnya. Ia ingin sekali memberi tahu Zio tentang keadaannya tapi saat ini bukan lah waktu yang tepat Alya harus menahannya sampai Zio menyelesaikan olimpiade matematikanya, jadi untuk sementara ia akan menahan beban ini sendiri.

Pada akhirnya Alya menarik kursi di dekat Zio dan duduk di dekatnya, tapi Zio tidak perduli  dengan kedatangan Alya, lagi pula ia tahu jika Alya hanya ingin memperhatikannya seperti yang sudah sudah.

Zio benar, Alya tidak melakukan apa apa selain memperhatikan Zio, alya menopang dagunya dengan kedua tangannya dan memperhatikan setiap gerak gerik yang dilakukan Zio.

"Kamu masih lama belajarnya? Hihi" Alya menutup mulutnya menertawakan dirinya sendiri yang baru saja bicara aneh menurutnya

"Stres" jawab Zio melirik sekilas kearah Alya

"Kamu jahat sama aku" Alya memukul pelan lengan Zio sambil cekikikan. Tapi Zio tidak menjawab, dia terlalu malas meladeni kelakuan absrut istrinya.

"Kita panggil aku kamu aja gimana Yo?" Tanya Alya menahan tawanya, rasanya aneh ia tidak pernah bicara seperti itu pada cowok bahkan saat ia pacaran dulu. Merasa terganggu Zio akhirnya melihat ke arah Alya

"Kamu? Gila?" Ucap Zio ketus. Seketika Alya terbahak, lucu sekali mendengar kata kamu dari mulut Zio. Tapi Zio cuek tidak perduli dengan apa yang ditertawakan Alya.

Alya menghela nafas panjang setelah lelah menertawakan Zio. Ia kembali fokus pada kegiatannya, memperhatikan Zio yang sedang belajar

"Lo imut banget suka gue liatnya"

"Gue gak imut, gue keren" protes Zio tidak terima, Alya sering sekali mengatakan dirinya imut dan Zio tidak suka itu, imut artinya tidak keren sedangkan cowok harus keren dari pada imut.

"Lo imut, uh bayi busuk gue" alya mencubit pipi Zio tapi langsung ditepis oleh Zio

"Diem Al"

Bukannya diam Alya malah mengambil brownis yang ia siapkan tadi

"Kok kuenya gak dimakan?"

"Nanti"

"Cicip dulu dong" Alya mengarahkan sepotong brownis kepada Zio
"Aaaaaa, buka mulutnya sayang"

the secret coupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang