sembilanbelas

51.3K 2.6K 175
                                        

Maaf buat yang sudah menunggu lama🤭

Jangan lupa VOTE ya😚😚

Happy reading!!😘😘

"Berengsek"

Geram Zio mengeratkan pelukannya pada Alya yang masih menangis. Zio sudah hafal jika Alya menangis akan memiliki durasi yang lama seperti saat mereka menikah dulu, dan sekarang, bahkan saat Zio membawa Alya ke rooftof agar lebih tenang Alya masih belum juga mengakhiri tangisnya. Apalagi setelah ia membuka suara untuk menceritakan alasannya menangis, bukannya berhenti menangis malah semakin kencang.

Tapi bukan tangis Alya yang membuat Zio geram melainkan alasan Alya menangislah yang membuat Zio geram, zio baru saja merasa kecolongan.

"Gue kesel banget tadi pengen gue tabok tapi gue gak berani Yo. Tadi gue sendirian dia sama temen temennya" Alya melanjutkan ceritanya diselingi dengan isakan

Setelah dari kantin tadi. Alya izin pada gurunya untuk ke toilet sendiri. Tapi ternyata saat keluar dari toilet ada beberapa kakak kelasnya yang entah sedang apa mereka berada didekat toilet. Alya yang tidak ambil pusing dengan santainya berjalan melewati mereka yang menggoda Alya, tapi tidak dihiraukan oleh Alya. Tapi sialnya salah satu dari mereka malah menyentuh bokong Alya yang langsung dibalas dengan umpatan dari Alya. Tapi mereka malah tertawa mengejek Alya. Saat Alya akan memukulnya cowok tadi malah mendekatinya seperti akan melecehkannya lagi. Alya yang ketakutan akhirnya lari meninggalkan mereka yang terbahak karena berhasil menggangu Alya.

Karena ketakutan Alya tidak berpikir apa-apa selain mencari perlindungan dari suaminya. Jadilah Alya tidak kembali ke kelas melainkan naik kelantai tiga meminta Zio untuk menemuinya.

"Siapa?"

"Gue gak tau namanya, itu cowoknya kak Vena"

"Vena siapa?"

"Vena anggota cheerleaders yo"

"Jadi Viktor yang ganggu Lo tadi. Berengsek" Zio tak berhenti hentinya mengumpat

Zio sekarang tau siapa pelakunya. Zio memang kenal dengan Viktor karena dia teman sekelas Doni mereka sering ikut tawuran bersama, mereka juga sering kumpul bareng diluar sekolah. Dan Zio juga tau kalau Viktor juga seperti dirinya yang seorang playboy, tapi cara main mereka berbeda, Viktor cenderung suka bermain fisik dengan ceweknya atau melakukan pelecehan terhadap cewek yang dekat dengannya.

"Sialan, berani banget dia megang punya gue"

"Yang dipegang pantat gue Yo bukan punya Lo"

"Iya pantat Lo makanya gue kesel" Zio menarik rambut Alya hingga Alya mendongak kearahnya "inget cuma gue yang boleh pegang, orang lain buat liat aja gak akan gue biarin"

"Gue jijik Yo masih kerasa. Jijik banget gue. Tadi pantat gue agak didemek Yo. jijik gue rasanya kotor" Alya kembali menyembunyikan wajahnya di dada Zio dengan kembali terisak. Dia benar benar merasa kotor. Bukan pertama kalinya bagi Alya bokongnya disentuh oleh cowok karena Zio memang sering menyentuhnya. Tapi karena itu bukan Zio jadi Alya merasa kotor.

"Berengsek. Gue aja jarang ngeremes kaya gitu" Zio benar benar kesal. Apalagi Alya tidak berhenti menangis dari tadi

"Udah Al, gak usah nangis lagi"

"Masih jijik Yo. Belum ilang rasanya" rengek Alya. Namun tak lama Alya mengeratkan pelukannya saat tangan Zio yang berada di punggung Alya semakin turun kebawah.

"Lo ngapain?" Alya meremas seragam bagian belakang Zio

"Bersihin tangannya Viktor"

Alya kini hanya diam merasakan tangan besar Zio berada di bokongnya. Zio mencoba membantu Alya untuk melupakan apa yang ia rasakan tadi.

the secret coupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang