Karena wattpad tadi eror, jadi aku publish ulang.
Btw Seneng banget part kemarin bisa lebih dari 3k 🥺🥺
aku gak tau ini emang banyak yang baca atau kalian yang bacanya berkali kali.
tapi makasih buat para reader kesayangan aku😭😭
Kalian motivasi aku buat lanjutin cerita ini🥰🥰🥰
Happy reading 😘
****
Pagi ini Jena datang ke sekolah dengan sangat percaya diri, dengan bangganya ia berjalan menuju kelasnya berharap semua mata tertuju padanya, tapi kenyataannya tidak, kecuali ke tiga cabe tentunya
"Wih rambut baru nih" sapa Alya yang menghadang Jena di pintu kelas
"Minggir Lo! gak kenal gue, kita udah gak pren" Jena mengibaskan tangannya ke pada Alya
"Cie ngambek Lo" rayu Alya memeluk Jena dari belakang
"Gue gak Sudi punya temen yang suka lupa sama temen kalau udah sama laki" ketus Jena terus berjalan dengan Alya yang masih memeluknya
"Rambut baru Jen, keren keren mirip Lisa Lo" puji inas tapi bohong
"Serius?" Jena menghampiri inas "gak salah pilih dong gue?" Jena mulai semakin membanggakan dirinya
"Enggak lah tambah cantik" jawab Alya mencubit pipi Jena dari belakang
"Peres Lo Al"
"Nyalon sama siapa Lo? Raka?" Inas penasaran
Jena mulai duduk disamping Kila yang terlihat pasif hari ini, "ya sama temen gue lah. Lo semua kan bukan temen gue lagi" cibir jena
"Kacang lupa pohon Lo Jen"
"Gue lebih perduli sama orang yang berfaedah buat gue"
"Sialan dimanfaatin kita nas"
"Kalau Lo gak bisa di manfaatin berarti hidup Lo gak berfaedah"
"Hidup gue bermanfaat buat laki gue" bela alya
"Anjir, jangan bangga dulu Lo rival Lo pada mau kumpul disini. Zio gimana bisa main gak dia?"
"Biarin aja dia ga bakal aneh aneh hari ini. Bisa ikut main aja sukur tu anak"
"Iya juga sih, yang perlu ati ati sebenernya si kila" Jena melirik kila
"Kenapa?" Inas kembali penasaran
"Faro sama Budi pernah jadian sama anak cheerliders SMA 5"
"Gue udah tau" ketus Kila
"Wahh ada perang ternyata, asik nih ada yang mau nemenin gue nyalon lagi" ledek Jena menjawil dagu kila
"Gue gak bakal putus sama Faro, secara gue cinta mati sama dia. Gue cuma kesel aja ternyata dia masih kontakan sama tu lonte. Kesel tau gue pokonya hari ini gue gak mau dukung dia. Biarin aja dia kalah. Gue lagi mogok ngomong gak mau dengerin apapun alasan dia pokonya gue gak mau ngomong sama dia. Biar dia tau kalau gue gak bisa di remehin. Jangan mentang-mentang gue cinta mati terus dia seenaknya Sama gue. Gue juga perlu dihargai, biar dia tau kalau dia beruntung dapetin gue" Kila mengakhiri pidatonya dengan helaan nafas panjang, tapi respon ketiga cabe adalah tepuk tangan untuk Kila
"Gue gak nyangka si bucin Faro bisa mikir kaya gitu" inas masih bertepuk tangan
"Kesurupan ni anak" Jena ikut ikutan
"Belum sarapan kayanya" Alya tak mau kalah
"Walaupun cinta, gue juga kudu pinter"
"Walaupun pinter Lo masih kalah la, secara sang mantan termasuk siswa berprestasi doi pernah juara umum"
KAMU SEDANG MEMBACA
the secret couple
RomanceAlya terbangundari tidur nyenyaknya, ia mengerjapkan kedua matanya Ia masih mencerna mimpi buruknya yang mengharuskan ia terbangun ditengah malam. Mimpinya sungguh mengerikan bukan karena ia bermimpi bertemu setan atau mahluk mahluk dengan rupa yang...
