Warning!
Mature content!
***
Bukan hal baru jika Hyunsuk banyak mau, bukan sesuatu yang mengherankan juga jika keinginan Hyunsuk terkesan aneh.
Dibesarkan bak seorang pangeran membuatnya menjadi manja dan childish, dan tentu saja permintaan aneh bukan masalah untuknya.
Tapi bukan persoalan itu yang Jihoon hadapi saat ini, kali ini masalahnya adalah, kenapa Hyunsuk diam saja? Sejak ia bangun, ia hanya membuka mulutnya ketika ditanya, lalu sisanya ia diam membisu.
Itu yang membuat Jihoon heran, suami kecilnya ini tidak pernah diam meski ia sedang sakit sekalipun,
Hyunsuk akan terus berceloteh ria sampai topik yang dimilikinya habis. Lalu kemudian ia akan merengek lelah bercerita dan berakhir mereka yang cuddle sampai sekretaris pribadi Jihoon menelepon.
Namun hari ini berbeda, bibir Hyunsuk tertaut rapat seolah ada lem yang membuat kedua belahan bibir itu saling menempel.
Jihoon awalnya diam saja, mengira mungkin saja Hyunsuk sedang moody, Jihoon juga berpikir akan menjadi bencana besar jika mengganggu kucing tidur,
Tapi kian lama Jihoon mulai tidak tahan akan diamnya Hyunsuk, rumah menjadi sepi dan suasana benar-benar membosankan. Jadi Jihoon memutuskan untuk bertanya kenapa Hyunsuk seperti itu.
"Hyunsuk?"
Yang dipanggil hanya menoleh sekilas, kemudian atensinya kembali pada buku yang sedang ia baca.
"Apa aku melakukan kesalahan?"
Gelengan yang Jihoon dapatkan, hanya gelengan, Hyunsuk sama sekali tidak mengalihkan pandangannya.
"Lalu kenapa diam saja?"
"Coba ingat-ingat kembali kemarin itu hari apa?"
Hyunsuk bangun, kaki kecilnya berjalan menjauh dari Jihoon, dalam hati menggerutu karena Jihoon bisa-bisanya melupakan sesuatu yang sangat penting.
"Dasar"
Ia kemudian masuk kedalam kamar, menutup pintu cukup kerasa untuk meluapkan kekesalannya.
Sementara yang ditinggalkan masih kebingungan, mencoba mengingat kembali apa yang Hyunsuk perintahkan,
Kemarin itu hari selasa, tanggal empat belas bulan April.
Satu kedip, dua kedip, lalu mata Jihoon membulat kaget.
Shit!
Bagaimana mungkin ia bisa melupakan sesuatu yang tidak seharusnya ia lupakan, salahkan pekerjaannya yang terlalu banyak hingga ia tidak bisa mengingat hal penting.
Segera saja Jihoon bangun dan menyusul Hyunsuk, lebih cepat ia meminta maaf lebih baik.
"Boo?" suaranya memanggil dengan lembut, tapi ada rasa cemas di dalamnya.
Cemas Hyunsuk akan mengamuk seperti tempo hari.
Pria kelahiran Busan itu mendapati Hyunsuk tengah bergumul dengan selimutnya. Oke, kasur dan selimut cukup aman karena itu tidak terlalu menyakitkan jika Hyunsuk menggunakannya untuk melakukan kekerasan.
"Hei?" sang dominan menarik selimut yang menutupi sekujur tubuh Hyunsuk, membuat kepala sang submisif muncul sedikit.
"Maafkan aku, ya? Aku sedikit lelah karena Yedam terus memintaku menyelesaikan dokumennya dengan cepat"
Alasan saja. Jihoon meminta maaf dalam hati pada Yedam karena menjadikannya sebagai kambing hitam.
"Bagaimana jika kita rayakan sekarang saja? Terlambat sehari tidak masalah, aku rasa..." Jihoon menggigit bibirnya, Hyunsuk dan diam bahkan lebih berbahaya daripada seekor buaya kelaparan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything
De TodoOneshoot collection of Jihoon x Hyunsuk ↺BxB || Homo || Gay || Yaoi
