Sudah cukup, kesabaran Jihoon sudah habis. Hyunsuk mulai melewati batasannya berulang-ulang, dan sepertinya dia tidak berniat berhenti sebelum mendapat hukuman.
Jihoon menggeram, baiklah, saat shooting M-Spotlight masih bisa diterima. Itu bagian dari pekerjaan, sesuatu yang wajib Hyunsuk lakukan tanpa harus mencampur adukkan urusan pribadi.
Lagi pula masih ada kemeja yang menghalangi tubuh Hyunsuk ketika pemuda itu membuka blazer-nya.
Tapi, kali ini jelas berbeda.
Hyunsuk dengan sengaja memamerkan pahanya dan itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Maksudnya, Hyunsuk memang sudah memamerkan pahanya sejak tadi, Jihoon jujur saja ia ingin marah. Tapi, sekali lagi, ini bagian dari pekerjaan,
Hyunsuk wajib melakukannya, semua member juga, begitu pula dirinya. Jadi, dia tidak marah atau protes.
Namun, ketika pemuda itu sengaja memposting sebuah foto dengan posisi duduk yang membuat paha dalamnya terlihat, itu benar-benar tidak bisa ditoleransi.
Dan itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan karena entertainment jelas tidak meminta Hyunsuk untuk memposting foto.
Itu hanya kesadarannya untuk menyapa para penggemar, dan apa yang ia publikasikan adalah sebuah kesalahan.
Seharusnya Hyunsuk berpikir dengan teliti sebelum ia melakukan sesuatu. Paha jelas adalah aset pribadi Jihoon, tidak ada yang boleh melihat itu selain dirinya.
Sedangkan Hyunsuk dengan seenak jidat memposting hal terlarang itu. Tidak bisa diterima, Jihoon harus memberi peringatan sebelum Hyunsuk benar-benar membuka seluruh pakaiannya dan mempublikasikannya.
"Choi Hyunsuk." jika Hyunsuk peka, seharusnya ia sadar jika ada bahaya mendekat karena suara Jihoon penuh peringatan.
Sayangnya, Hyunsuk sedang tidak dalam fase itu sekarang. Pemuda itu malah tertawa-tawa tanpa tahu ia akan menangis setelah ini.
"Ya, Aiur? Ada apa?" dengan tidak tahu bahaya Hyunsuk bercanda.
Jihoon semakin menajamkan tatapannya begitu Hyunsuk masih tidak sadar atas apa yang telah ia lakukan.
Hyunsuk bahkan tidak bisa membaca situasi saat ini, apa dia tidak merasakan hawa dingin membunuh yang menguar dari arah Jihoon?
Yoshi meringis, "Mungkin sebaiknya aku dan yang lain pergi..." ia sadar situasi seperti apa yang tengah terjadi saat ini.
Ahaha, sebagai seorang dominan ia mengaku jika fokusnya terbagi begitu melihat foto yang diposting Hyunsuk.
Tidak akan ia ungkapan tentu saja, Jihoon pasti mencokel matanya sebelum ia bisa berkedip.
Jihoon diam saja, ia tidak peduli sekitarnya. Yang ia lakukan saat ini hanya menatap galak pada Hyunsuk.
Yang ditatap mulai sadar, ia menelan ludah gugup dan perlahan menjaga jarak dengan Jihoon. Ia duduk diantara Haruto dan Yedam yang posisinya cukup jauh dari Jihoon.
"Kecuali Hyunsuk, kalian punya waktu sepuluh detik untuk keluar dari sini." Jihoon menekankan setiap kata yang ia ucapkan, dengan tatapan yang sama dan ditunjukkan masih pada orang yang sama.
"Il, i, sam—" orang-orang dengan kepekaan yang tinggi baru-buru bangkit dan keluar dari dorm Jihoon, meninggalkan para maknae yang tidak paham situasi.
Jeongwoo sebenarnya tidak paham situasi, tapi, Jihoon dan hitungan adalah sesuatu yang buruk. Dia sudah sering mendengar Jihoon berhitung dan jika hitungannya selesai sementara apa yang diperintahkan sang Leader belum selesai,
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything
RandomOneshoot collection of Jihoon x Hyunsuk ↺BxB || Homo || Gay || Yaoi
