44 | GITU AJA TERUS! √

533 42 3
                                        

Assalamu'alaikum.....

Selamat bulan suci ramadhan semua, semoga di tahun esok dan seterusnya kita selalu di pertemukan dengan bulan suci ini amin....

Ngomong-ngomong ini sahur pertama lho, dan cerita ini masih bertahan hehehee. Belakangan ini author mageran😂

Jangan lupa Vomenttt!!!!

Follow Instagram @nesa_na21






                                 HAPPY READING

                                                 ♡‿♡

















"Axel!" Suara kicauan cempreng itu memasuki gendang telinga Axel.

Axel yang berasa namanya di panggil pun menoleh ke belakang, lalu menghela nafas dan terus berjalan di koridor menuju kelas.

Gadis itu berlari kecil-kecilan dan sudah berada tepat di samping kakaknya. "Axel! Lho jahat banget sih sama adek sendiri, masa di tinggal!" Ucap Adara yang kesal karena di tinggal berangkat sekolah.

Axel mengangkat bahunya acuh tak
acuh, "Suruh siapa lama" jawab Axel.

Adara yang notabenenya adik Axel ini mengerucutkan bibirnya.
"Atuh kan dara teh kesiangan"

"Yaudah, gausah di permasalahin. Sekarang udah di sekolah ini"

Adara berdecak. "Iya-iya bawel!"

Tak terasa mereka sudah sampai di kelas, yang di sambut hangat oleh para arfashel lainnya. "Hallo semua anak kambing" Sapa Axel pada teman sekelasnya membuat mereka mendelik tajam.

"Mbah mu anak kambing!" Sahut Ksatria.

Reygan manggut-manggut setuju, enak sajah dirinya yang tampan itu di hilang anak kambing.

Axel tertawa ngakak melihatnya, bukanya merasa takut tapi malah menjadi. "Hahahaa, kira anak kamb- awss sakit bjjsjshb" Ucap Axel sekaligus meringis sakit karena tangan nya di cubit.

Pelakunya Rafael, yang sedang tersenyum polos. "Apa xel?" Tanya nya dengan mata yang mengerjap jijay bagi para kaum Adam.

"Apa! Apa! Ngapain lho cubit gue! Kurang kerjaan" jawab Axel tak terima, "mukanya gosah di imut-imutin hudin! Jijay njir" lanjut Axel julid.

"Emang imut" balas Rafael tak terima.

"Ndas mu!"  Timpal Faisal.

"Eh ngemeng-ngemeng, gue kok jadi kangen Eneng Caca ya" Ucap ksatria tiba-tiba.
Semua arah pandang menoleh kearah nya, termasuk Axel.

"Iya, pengen maen nih gue. Tapi dia bilang lagi gak di rumah, tapi di rumah Tante nya" Celetuk Cinta yang di angguki Adara dan Audi.

"Nyambung aja neng kek tiang listrik" ledek Reygan.

"Bodo! Serah guelah!"

"Udah ah, ngapain jadi pada ribut" lerai Axel malas mendengar perbacotan para teman-teman nya.

"Tau lho pada childish! Dikit-dikit ribut, gitu aja terus sampe punya cucu" Tambah Ksatria.

"Omongan lho!" Arzan mengusap wajah Ksatria kasar, "kek orang yang bener, biasanya somplak sebelas dua belas sama Rafael" lanjutnya terkekeh kecil.

"Gausah bawa-bawa! Gitu aja terus" Suara Rafael yang tak terima di solimi-solimi sauteh.

"GITU AJA TERUS!" Ucap sekelas dengan serempak terkecuali Arzan.

"GOKIL MAN! KATA-KATA GUE DI POTO KOPI SAMA BUDAK OTAK C++" Heboh Ksatria perkara 'GITU AJA TERUS'

"Ck.ck. gila semua temen gua" gumam Arzan seraya geleng-geleng kepala.

Lalu tak lama bel masuk pun berbunyi, lalu memulai mata pelajaran dengan membaca basmallah dan di akhiri hamdalah.


~FLOURA🌻~


D
I
lain tempat, ada seorang perempuan yang berperut buncit sedang berjalan-jalan mengelilingi taman belakang rumah sembari mengelus perutnya dengan sayang.

Lalu duduk di kursi yang tersedia di sana, karena sudah mulai capek.
Mengusap keringat yang berada di pelipisnya yang bercucuran akibat sinar pagi yang sehat untuk tubuh, sekaligus kecakpe'an karena berkeliling cukup luas di embun pagi membawa sang buah hati yang masih di dalam perutnya.

Termenung sebentar, mengingat teman-temannya yang selalu mengirim dirinya pesan dengan kata 'rindu' membuatnya di landa bersalah.

Caca mengusap sekali lagi perutnya, "Gue juga kangen sama kalian, tapi mau gimana lagi" Gumamnya lirih.

"Dengan kondisi kayak gini, apa kalian bisa mau menerima gue seperti kemarin-kemarin?" Tanyanya pada diri sendiri.

Hening!

"Ca!" Panggil Yohana dengan membawa semangkuk bubur ayam.

Caca menoleh dan tersenyum. "Ini makan dulu" perintah Yohana memberi bubur ayam nya untuk di makan.

Caca mengangguk patuh lalu mulai memakan nya dengan lahap, jujur dirinya sedari tadi merasa sangat lapar.

"Abisin makanan nya, kalau bisa nambah" Ucap Yohana sambil mengelus surai panjang Caca.

Caca terkekh kecil, "heheehe, ay ay kapten!"

"Kamu ini ada-ada aja, hm" Gemas Yohana seraya mencubit hidung mancung milik sang putri Caca.










                                     ~FLOURA🌻~












Lega udah bisa up

Jangan lupa Vomenttttt!!!!

Nyenengin author di bulan puasa dapet pahala lhoo😂

Satu kata untuk ksatriaaa???

Follow Instagram @nesa_na21 dan @canesanggraeni_

Makasih kalian❤️.....

Semoga puasanya lancar ya:^)

See you....


SORRY FOR MY MISTAKE [PROSES REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang