Hi Reader's
Comeback 😉
I hope u like this
VOTE and COMMENT!!!
-
-
-
Menjalani pagi yang beberapa hari ini seperti biasa, Caca menyiapkan sarapan pagi di meja makan.
Sekarang pun dirinya tak memanggil Axel untuk turun dari kamar untuk sarapan, dirinya menunggu sendiri Axel turun.
Suara tarikan bangku terdengar di gendang telinga Caca, dirinya menebak itu Axel.
Caca tak sengaja melirik Axel yang tengah menatapnya, lalu Caca segera memutuskan lirikannya dan segera menyiapkan lauk-pauk nya untuk Axel makan.
Caca pun mengambil nasi untuk dirinya sendiri dan memakan nya dengan khidmat. semenjak kejadian dua hari lalu tentang sate, mereka tak banyak bicara hanya seperlunya.
"Ca"
"Hm?"
"Kenapa?" Tanya Axel membuat Caca terheran.
Caca Mengedikan bahunya acuh tak acuh.
"Kenapa banyak diem?" Geram Axel.
Caca menghentikan mengunyahnya, menatap kearah nasi.
"Gue gak kenapa-kenapa"
"Gak kenapa-kenapa gimana, biasannya juga enggak" Heran Axel tak intropeksi.
"Gue cuma ngikutin imam gue" Jawab Caca yang sekarang menatap Axel yang mengeryit bingung.
"Imam gue diem aja, yaudah gue diem. Sebagai makmum yang baik harus ikutin imam nya bukan? Imam gue bilang dia capek, gue suruh diem. Yaudah" Lanjut Caca yang memutuskan tatapan nya.
Axel mendengarnya tertegun, imam gue? Yang berarti Axel.
Axel membasahi bawah bibirnya, berdeham sebentar.
"Maksud Lo gue?" Tanya Axel dengan raut wajah datar.
"Hm, siapa lagi"
"Gue diem juga ada alesan"
Caca menggenggam erat sendok dan garpu nya. "Iya gue tau" Caca mengangguk. 'Tau, kalo Lo pasti keberatan dengan adanya gue sama bayi ini yang tiba-tiba ada di hidup lo'
Caca melanjutkan makan nya, dengan air mata yang sudah mengenang di pelupuk matanya.
Mungkin sudah tak tertahan lagi, air mata itu jatuh. Pas dengan Axel yang menatapnya terkejut.
"Lo nangis?" Tanya Axel yang melihat Caca langsung mengusap air mata itu.
"Enggak, kepedesan aja" Alibi Caca yang tak dapat Axel percaya.
"Gue tau lo bohong"
"Gue gak apa-apa, mending Lo berangkat gih udah jam tujuh kurang" Alih Caca yang ingin sekali menangis.
Axel mengangguk, lalu berdiri dari duduknya.
"Gue pergi dulu"
Caca menatap punggung Axel dengan nanar, air matanya perlahan turun dengan deras.
"Hikss.... Hikss... Lo lupa xel"
"Hikss... Hikss... Lo lupa! Hikss.. "
Caca mengelus perutnya, sebentar lagi dirinya akan melahirkan buah hatinya yang belum Caca ketahui apa jenis kelaminnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY FOR MY MISTAKE [PROSES REVISI]
RomanceJangan lupa VOTE and COMENT☺️ JUDUL AWAL : FLOURA - "BRENGSEK!" Caca menatap benci Axel. "Egois!" Axel mengangguk dengan tatapan datar, "Emang! Gue memang egois! kenapa? Hah!" Melepaskan cengkramannya dengan kasar. "Pokoknya, gue kasih tau lagi ke e...
![SORRY FOR MY MISTAKE [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/243743407-64-k203195.jpg)