BUDIDAYAKAN👇👇
VOTE, KOMEN, SHARE
Langsung aja yuk!!
Happy Reading
👄
S
aat ini Axel dan Caca dkk sedang berada dikantin, mereka makan bersama diwaktu istirahat.
Semuanya sudah selesai makan dan menunggu bel masuk yang masih lama, Axel menatap Caca.
"Ca, ikut gue yuk"
"Kemana?" Tanya Caca dengan kerutan didahinya.
"Mau kemana lo, awas nanti sahabat gue di jahatin atau di bunuh! gue tabok lo" Tuduh Cinta sambil melotot.
"Heh, tu mulut gak bisa di jaga apa!" Kesal Axel.
"Ye kan lo kejam!" Bantah Cinta yang membuat Axel ingin melempar sendok ke arah Cinta, namun di tahan oleh Caca.
"Jangan berantem! udah pada gede juga" Lerai Caca seraya memegang tangan Axel.
"Abisnya tu si Cinta, nuduh orang sembarangan" Adu Axel pada Caca.
Caca menatap Cinta, "Udah pusing gue, Cin minta maaf"
"Iye, maaf" Ucap cinta meminta maaf pada Axel dengan tak ikhlas.
"Gue maafin, tapi awas aja lo kayak gitu lagi" Ancam Axel.
Tatapan Axel beralih lagi pada Caca.
"Ayok Ca mau gak?"
"Iya ayok" Putus Caca walau dia malas untuk pergi bersama Axel.
"Ayok" Axel lalu berdiri begitupun dengan Caca, dan tak lupa menggandeng tangannya.
"Heh lepasin!" Pinta Caca berusaha melepaskan genggaman nya.
"Enggak" Tolak Axel langsung pergi membawa Caca.
"Dih, mau kemana tu bocah" Iri Rafael.
"Kebiasaan iri mulu" Cibir Faisal.
~~FLOURA🌻~~
Axel membawa Caca ke taman belakang sekolah.
"Mau ngapain ke sini?" Tanya Caca pada Axel.
Axel menggelengkan kepalanya.
"Gue juga enggak tau"
"ih aneh" Cibir Caca.
Keduanya pun duduk di rerumputan yang hijau itu, memandang sekeliling yang hijau asri indah di pandang.
"Ca" Panggil Axel membuat Caca meliriknya sekilas.
"Hm, apa?" Jawab Caca sambil memainkan bunga yang di lengannya.
"Gue sekali lagi mau minta maaf sama lo" Ucap Axel membuat Caca menatapnya.
"Udah gak usah di bahas, xel" Tenang Caca.
"Please Ca, kasih gue kesempatan buat nanggung semua ini dan kasih gue kesempatan buat gue liat pertumbuhan anak yang lo kandung" Mohon Axel yang membuat Caca bingung.
Caca nampak berfikir, "Gue enggak tau xel. udahlah gak usah di bahas lagi"
"Gimana gue enggak mau bahas, sedangkan gue selalu dihantui rasa bersalah" Jujur Axel yang kini sudah menitikkan air mata.
"Udahlah gue enggak mau bahas ini lagi xel! Udahlah kalau lo kayak gini terus gimana gue mau tenang!" Kesal Caca mulai menatap Axel yang menangis.
"Hikkkss.. gu-gue, enggak bisa kayak gini ca" Isak Axel.
Caca terkejut karena seorang Axel bisa menangis, lalu Caca mengusap air mata Axel.
Caca tersenyum, lalu mengelap air mata Axel yang sudah banjir.
"Udah, gak usah nangis"
"Hikss... Hiks" Tangis Axel semakin menjadi.
"Udah-udah ya, jangan nangis" Ucap Caca menenangkan Axel yang menangis.
"Hikss... Maaff" Lirih Axel sambil menangis.
"Udah, jangan nangis"
Caca pun berhasil memenangkan Axel, setelah tenang mereka langsung masuk ke kelas.
"Abis dari pada mana niih?" Tanya Ksatria dengan nada mengejek.
"Kepo lo!" Jawab Axel yang matanya sembab.
Reygan menatap lekat mata Axel,
"Dih ngapa lo, Abis nangis ya? Ca si Axel abis di apain?"
"Abis gue tonjok" Gurau Caca.
"Wah parah lo"
"Ya enggaklah, masa iya gue nonjok si Axel!" Bela Caca.
Adara pun mempunyai kesempatan untuk mengejek kakak nya itu.
"ih si Axel nangis, cie.... axel nangis kayak bocah"
"Hahaha" Semua tertawa sedangkan Axel masih terdiam.
"Udah-udah gam usah kayak gitu, kayak lo semua enggak pada nangis aja! pasti dirumah mah nangis kan lo pada" Lerai Caca seraya duduk di kursinya.
"Axel nangis, axell nangiss" Ledek Reygan.
"Hahaha, cie Axel Evans Elyco nangis hahahaha! Gue udah lama gaess enggak liat kakak gue mewek" Ejek Adara yang tak henti-hentinya meledek.
"Pak ketu Arfashel mewek gaess, kenapa ya? Pak Axel kenapa pak? Apa bapak ada masalah yang sangat sedih? Tapi apa? Pasti tentang cinta atau apa ya gaes" Ledek Rafael sambil mengintrogasi Axel, tetapi Axel masih diam saja yang biasanya di ledek sedikit saja ngamuk, tapi sekarang sedang kalem.
'terserah lo mau ngeledek gue kayak gimana, untungnya gua lagi melow kalau nggak gua tendang satu-satu' Batin Axel yang jengah.
"Si Axel kok nggak marah ya?" Tanya Arzan pada Faisal.
"Iya ya, biasanya dikit-dikit marah! Tapi sekarang diem aja" Balas Faisal yang heran dengan sikap Axel.
"Lo pada ya, di kasih tau susah banget" Geram Caca yang dari tadi sudah memberitahu bahwa jangan meledek seperti itu, namun tetap saja mereka ngeyel.
"Enggak apa-apa Ca, tumben banget dia sekarang lagi kalem! Hahaha" Timpal Adara lalu tertawa terbahak-bahak melihat wajah badmood sang kakak.
~~FLOURA🌻~~
•JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN 🤗
•FOR AXEL?
manja padahal udah mau jadi bapak.
•Ledek terus sampe ngamuk banting sekolah
Bisa nggak bisa pasti bisa, bikin anak juga bisa eh... 😌
dia kan punya jurus kuda nil
•Lampu ijo nih, ca?
• Seru juga ya punya kawan kayak mereka
•NEXT PART 👇
Tertanda
💋💋💋
Istri Jaheeyun
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY FOR MY MISTAKE [PROSES REVISI]
RomantikJangan lupa VOTE and COMENT☺️ JUDUL AWAL : FLOURA - "BRENGSEK!" Caca menatap benci Axel. "Egois!" Axel mengangguk dengan tatapan datar, "Emang! Gue memang egois! kenapa? Hah!" Melepaskan cengkramannya dengan kasar. "Pokoknya, gue kasih tau lagi ke e...
![SORRY FOR MY MISTAKE [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/243743407-64-k203195.jpg)