21. Triple

30 10 0
                                        

"Astaghfirullah halazim! Jiun! Yochi! Ajun! Kenapa lipstik mamah dipake coret-coret tembok!"

Mamah triple yang baru saja selesai menjemur karpet yang tadi subuh saat sahur ketumpahan teh manis ulah triple, kembali dibuat kesal karena anak-anak kembarnya yang baru saja berusia 5 tahun itu mencorat-coret tembok menggunakan lipstik barunya.

"Papah!" Teriak mamah kesal, melihat papah yang tidur dengan nyenyak sementara anak-anak disebelahnya mencorat-coret tembok.

Papah yang mendengar teriakan maha dahsyat itu bangun dengan jantung berdetak kencang saking kagetnya.

"Kenapa mah? Kenapa?" Masih dengan keterkejutannya papah belum menyadari situasi.

"Lihat itu! Lipstik mamah dijadiin mainan sama anak-anak, gimana sih papah bukannya jagain anak-anak malah tidur!"

'Aduh, tercium uang rokok jadi tumbal deh'-tebak papah dalam hati.

"Aduh mah maaf papah ngantuk banget soalnya."

"Pokoknya papah bersihin temboknya sampai bersih kaya semula! Lipstiknya juga gantiin gak mau tau!" Mamah langsung melangkah pergi meninggalkan kamar.

Papah menatap wajah anaknya satu-satu, ketiga anaknya memperlihatkan ekspresi yang berbeda-beda. Jihoon si sulung malah memperlihatkan wajah mengejek dengan menjulurkan lidahnya tidak ada rasa penyesalan sama sekali, Yoshi si anak tengah terlihat sedih karna papahnya dimarahi mamahnya karena ulang mereka, sedangkan si bungsu Junkyu malah terlihat sangat bahagia.

Tahun ini untuk pertama kalinya triple belajar puasa, walaupun banyak bolongnya dan suka diem-diem makanin kue di toples atau minum waktu lagi wudhu.

Sekarang triple lagi pada main di ruang keluarga, mengeluarkan semua mainannya dari kamar, padahal mamahnya baru aja selesai bersih-bersih.

Junkyu lagi asik membuat menara dari kartu remi milik papah yang dilipat-lipat, hingga sebuah mobil tamiya menabrak menara yang sudah cukup tinggi itu sampai hancur.

"JIUNN! KAMU KENAPA RUSAKIN MENARA AKU?!" Junkyu mulai teriak-teriak.

"Suruh siapa buatnya disitu! Ngehalagin jalan tauuu." Jihoon gak peduli, malah semakin mengejek Junkyu yang semakin kesal.

"JIUN GAK TAU HARUS BENERIN MEN-" Teriakan Junkyu terhentikan oleh tangan mungil Yochi yang menutup mulut Junkyu.

"Ajun, Yochi lagi nonton tv. Kalau Ajun teriak-teriak suara dari tvnya gak kedengeran." Yoshi berusaha menjelaskan kepada Junkyu berapa berisiknya dia.

Jihoon yang mendengar itu merasa dibela oleh adiknya,"Iya nih Ajun berisik banget, suaranya kaya toa masjid."

Tentu saja Junkyu semakin kesal, "JIUN NAKAL! SUARA AJUN GAK KAYA TOA!" Padahal teriakan Junkyu emang kaya toa masjid kenceng banget.

"Aduh ini anak mamah kenapa pada berantem? Kedengeran dari masjid suara teriak-teriaknya." Mamah yang baru saja belanja untuk buka mendengar teriakan anak bungsunya bahkan saat masih didekat masjid, jadi bisa dibayangin betapa kencengnya suara Ajun kalau teriak.

"Mamah Jiunnya, masa menara Ajun dihancurin." Junkyu mulai merajuk, mengadu kepada sang mamah.

Udah gak aneh lagi, setiap hari pasti aja Junkyu dijailin Jihoon, gak kaya Yoshi yang selalu anteng sendiri.

"Udah ah jangan berantem aja, ini mamah mau buatin smoothies manga buat buka nanti mau gak?" Tadi pagi papah sempatin buat metik 3 mangga dari pohon yang ada dihalaman rumah mereka.

Tentu aja ketiganya langsung mengangguk dengan semangat, gimana enggak tengah siang gini ditawarin yang seger-seger.

Jam baru menunjukan pukul 3 siang, cuaca bener-bener panas. Apalagi triple yang baru saja pulang habis main bersama Dongpyo di lapangan masjid.

Junkyu yang kalah dari Jihoon dan Yoshi berebut kipas angin tidak kehabisan akal, Junkyu berniat untuk ngadem di depan kulkas. Waktu lagi ngadem mata Ajun melihat potongan mangga di sebuah kotak transparan.

Junkyu yang kepanasan tentu saja langsung tergoda, dia langsung lari dan memberitahu Jihoon dan Yoshi tentang apa yang baru saja dia temuakan.

Kini Jihoon, Yoshi dan Junkyu tengah berdiri menatap potongan mangga tersebut, "Wah, Yochi ingin makan mangga."

Junkyu langsung mengangguk, "Ajun juga."

"Jiun juga mau." Mereka terus menatap mangga tersebut, "Tapi kan kata mamah kalau puasa boleh makannya waktu adzan." ucap Yoshi mengingat apa yang dikatakan mamah saat mereka ketahuan nyomot kue dari toples.

Namun tiba-tiba adzan berkumandang menandakan waktunya sholat asar, tapi ketiga anak kembar ini saling menatap dan tersenyum.

Mamah yang baru saja selesai mandi terkejut menemukan anak-anak nya yang sedang sibuk makan didepan kulkas dengan pintu yang masih terbuka.

"Astaghfirullah, Jiun! Yochi! Ajun! Kok buahnya dimakan? Kan kalian puasa." Mamah sudah pusing, selama 21 hari puasa 15 hari mereka kepergok mamah atau papah lagi makanin kue dan minum waktu wudhu. Tapi sebenarnya selama 21 hari itu triple belum puasa sama sekali karna setiap hari selalu diem-diem makanan atau minum.

Akhirnya hari itu mamah gak jadi buat smoothies manga karena mangganya sudah ludes. Papah yang tahu hal itu sangat kecewa. Sementara ketiga anak kembar seolah-olah tidak melakukan apapun dan makan dengan semangat.

Malamnya papah membawa triple untuk tarawih, dan tentu saja ketiga anak kembar ini membuat papah pusing dengan tingkah mereka.

Bagaimana tidak, baru saja sampai di masjid sudah rusuh minta uang buat jajan, saat sholat malah berantem gara-gara Jihoon yang ngeledekin cara Junkyu pakai sarung dan Yoshi yang malah sibuk sama mainan yang baru dia beli.

Belum lagi kejainan Jihoon yang melorotin sarung yang sedang papah pakai hingga hanya terlihat celana pendek yang sedang papah pakai, hingga membuat papah sangat malu.

Ketenangan untuk papah dan mamah triple hanya saat waktu tidur, karena ketiga anaknya ini sangat kebo.

Ketenangan untuk papah dan mamah triple hanya saat waktu tidur, karena ketiga anaknya ini sangat kebo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NgabuburitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang