"Huaaa akhirnya!"
Minju menghembuskan napas lega setelah memasukkan kepalanya ke dalam kulkas.
Sejak setengah jam yang lalu, dia sudah kepanasan, tapi mau dia nyalain AC sampai di suhu terendah pun, hawanya masih panas banget.
Apa karena lagi puasa ya?
"Dek, lo ngapain? Mokel ya?" tuduh Tzuyu saat melihat adiknya buka kulkas di dapur.
Minju yang mendengar tuduhan kakaknya mendecak kesal. "Lo dateng-dateng bukannya salam malah nuduh orang, dosa lo, Kak! Gak baik tauk suudzon gitu."
"Tumben ngomongnya bener. Ada bagusnya lo main sama Kamal anak Pak Ustadz ya."
"Lah, gimana sih? Gue bener, emang karena habis dapet hidayah ramadhan aja. Habis ini juga gue mau ke masjid."
Tzuyu menaikkan sebelas alisnya mendengar perkataan Minju. "Ini masih jam 3 loh, tumbenan banget jam segini udah mau ke masjid?"
"Iya, gue mau bantu anak remaja masjid ngurusin takjil buat buka puasa, Kak."
Mendengar kata 'remaja masjid' tiba-tiba Tzuyu menatap curiga adiknya. "Pasti ada Soobin, kan?"
Minju melongo. "Kok tahu?"
"Kan, udah gue duga. Lo mah rajin kalau di depan Soobin aja, coba kalau Soobin nggak ada, palingan jam segini masih molor."
"Ih ngomongnya gitu banget, sih!" protes Minju.
Tzuyu mengendikkan bahunya. "Lah memang kenyataan. Buktinya ini udah jalan enam hari puasa, lo mana pernah bantuin gue sama Papih nyiapin makanan buka."
"Ya, kan, akhir-akhir ini gue tuh,"
"Apa? Mau alasan apa?"
Minju tidak jadi meneruskan perkataannya karena Tzuyu lebih dulu memotong perkataannya. Memang benar sih kalau dia selama ini tidak pernah membantu, tapi, kan ...
"Yaudah deh, iya, maaf. Mulai hari ini gue bantuin, mau dibeliin apa? Gorengannya Budhe Bomi?" tanya Minju, dengan ekspresi muka yang sengaja dibuat imut agar Tzuyu luluh dengan rayuannya.
Detik setelahnya, Tzuyu mengangguk. "Boleh, deh. Tapi jangan lama-lama, soalnya lo kalo udah sama Soobin, bawaannya lupa waktu. Bucin sih emang."
"Mending gue bucin, daripada lo suka PHP-in cowok, Kak," seru Minju tidak mau kalah.
Dahi Tzuyu lalu mengernyit, tidak paham dengan maksud sindiran Minju barusan. "Emang siapa yang gue PHP-in?"
"Itu, tetangga sebelah, Bang Lucas. Kan lo PHP-in dia."
"Mana ada! Ngarang lo, ya! Kan Si Lucas itu emang suka godain cewek, jadi bukan gue aja yang digodain."
Mendengar seruan Tzuyu, Minju berdecak pelan. "Ck. Lo aja yang nggak peka! Padahal gue aja bisa lihat kok, kalau Bang Lucas itu emang sukanya sama lo. Cara dia godain cewek lain sama ke lo itu beda!"
"Husst, udah. Anak kecil gak usah sok tahu masalah cinta. Mending ke masjid sana, udah ditungguin Soobin tuh!"
Minju menepuk jidatnya sendiri setelah mendengar nama 'Soobin'. "Oh iya lupa. Yaudah gue berangkat dulu! Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!"
***
"Samlekom para penghuni surga! Duh, sore-sore udah nangkring disini aja."
Minju datang dengan gaya swag-nya yang suka bikin Ryujin dan Kirin geleng-geleng kepala.
"Lo katanya habis dapet hidayah ramadhan, tapi kelakuan kok masih begajulan?" Itu Ryujin yang ngomong barusan, bikin Minju cuma cekikikan.
