BAB 12 ELSHANUM

204 41 1
                                        


Agra, 21 April 2018

India merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar kedua di dunia setelah Indonesia. dan populasi terbesar di dunia bagi Muslim-minoritas. Sebagian besar penduduk Muslim adalah berasal dari lokal dengan tidak terdeteksi atau kecil pada tingkat nyata dari aliran gen dari luar, terutama dari Iran dan Tengah Asia, bukan langsung dari Semenanjung Arab.

Dan salah satu bukti Islam di India yaitu taj mahal. Taj Mahal (bahasa Urdu: تاج محل, Hindi: ताज महल) adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shāh Jahān, anak Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal. Taj Mahal merupakan sebuah adi karya dari arsitektur Mughal.

Di sinilah gue dan Ammar berada didepan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Taj mahal. Pada tahun 1983 Taj Mahal diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

"exquisite" ujar Ammar takjub dengan bangunan indah didepan kami ini

"hem, di buat untuk cinta"

" Cinta yang abadi" tambah Ammar, Lalu menoleh kearah gue.

" Menurut mu apa itu cinta?" Tanyanya.

Gue menghela napas kecil, entah apa yang dia pikirkan sehingga menanyakan apa itu cinta menurut gue " Cinta adalah sebuah pengorbanan" jawab gue menatap Ammar sebentar lalu kembali melihat arsitektur Taj Mahal yang dibuat begitu indah

Ammar tersenyum mendengar jawaban gue "sama seperti mengorbankan perasaanmu sendiri untuk Aisyah?"

Gue kaget mendengar ucapan Ammar "что вы имеете в виду? (chto vy imeyete v vidu?) (maksud kamu apa?)" Tanya gue, lalu kembali menatap Ammar, menutut jawaban dari pria itu.

Ammar tersenyum lalu mengambil sesuatu yang ada di tasnya, "ini" ujarnya dan memberikan buku harian yang udah gue cari beberapa hari ini

Gue kaget saat Ammar memberikan buku itu, lebih tepatnya sangat kaget, bagaimana tidak di dalam buku itu tertulis dengan jelas bagaimana perasaan gue, menjelasakan dengan rinci perjalan hidup gue sampai ada di titik sekarang ini, buku itu juga menjelaskan keputusan dibalik kaburnya gue ke Rusia." dapat darimana?" Tanya gue menuntut penjelasan dari Ammar.

"Kau melupakan itu, di kelas beberapa hari yang lalu"

Gue menarik napas panjang "sudah membacanya?"

Ammar menganggukkan kepalanya "maaf"

Mendengarkan kata maaf dari Ammar membuat gue menghela napas berat "Tidak masalah, ini hanya masa lalu" balas gue pasrah, lagi pula dia sudah membaca semuanya, jadi tidak ada lagi hal yang bisa gue tutupin dari Ammar,

" Kau hebat" ujar Ammar tulus,

Gue tersenyum kecut mendengarnya. Apa? hebat katanya? Apakah bisa dikatakan hebat ketika gue memilih buat kabur

" Tapi kau menyerah begitu cepat" lanjutnya seraya menatap gue dari arah samping

"Dan yah, tentang cinta dalam diam, tidak ada yang benar benar diam dalam mencintai. Karena cinta itu butuh perjuangan" tambahnya lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah depan

" Tetapi titik tertinggi dari mencintai adalah mengikhlaskannya untuk bahagia " ujar gue lalu tersenyum sendu

" Lagipun kalau dia ditakdirkan untuk jadi jodoh gua, mau sejauh apapun gua pergi, dan mau gimana pun usah gue buat lupain dia. Dia bakal tetap jadi jodoh gue" lanjut gue mantap

Ammar tersenyum lebar " aku pikir kamu belum begitu melupakan dia"

" Sok tau " kata gue kesal seraya melayangkan satu pukulan pada pundaknya

"Kalau aku jadi kamu El, aku nggak akan simpan orang yang saya suka di hati aku apalagi di buku" ujar Ammar sambil menunjuk buku yang gue pengang

"Kenapa?" Tanya gue dengan kerutan dikening, gue nggak ngerti apa masuk Ammar

"Gini yah, kalau aku simpan di hati aku, hati itu mudah untuk berubah, dan aku nggak mau rasa suka yang kumiliki berubah jadi benci. Dan kalau aku menyimpannya di buku, buku itukan suka hilang-hilang, sedangkan aku tidak ingin rasa yang kumiliki ini hilang " jelas Ammar.

Gue terpukau dengan jawaban Ammar "lalu mau lo simpan dimana?"

Ammar tersenyum menatap gue, "aku bakal simpan dalam doa, agar Allah menjadikan itu abadi"

" Emang ada gitu cewek yang mau sama loh?"

"Pasti, I am handsome, which woman does not want to be with me" ujar Ammar percaya diri.

"Terlalu percaya diri "ucap El dan berjalan menuju pintu utama Taj mahal

"Hei, tunggu" teriaknya lalu mengikuti langkah gue memasuki pintu utama Taj Mahal.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah menghabiskan beberapa hari di India dan tentang Ammar yang mengetahui buku harian gue, yang akhirnya membuat gue kembali mengingat malam yang membuat hati gue hancur berkeping-keping, malam itu benar- benar menjadi saksi bisu dimana pilihan gue jatuh pada mengorbankan dan meninggalkan.

"hei, kenapa?" Tanyanya khawatir saat melihat gue berdiri kaku di depan pintu Apartemen

" Tidak" jawab gue menggelengkan kepala,

" Aku masingmenuggu lanjutnya" katanya menagih cerita gue. Dasar dia memang tidak bisamembuat hidup gue jadi tenang
















-

-

Hallo, assalamualaikum guys👋👋

Ini cerita pertama gue semoga kalian suka yahhh

Kritik dan saran dipersilahkan

Jangan lupa vote dan komen yaa!!

SEE YOUU

ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang