"Kumohon tolong" Alana mendongkak menatap orang itu, tetapi Ia tidak terlalu melihat kelas wajahnya karna tertutupi oleh genangan air matanya.
"Baiklah aku akan menolongmu"
"Benarkahh" Alana kemudian mengehentikan tangisannya sambil sesenguk lalu mengelap air matanya, sehingga Ia dapat melihat jelas wajah orang itu.
"K-kau" jantungnya berdebar disertai juga dengan dentuman dikepalanya, serta tubuhnya yang sedari tadi bergetar.
"Aku merindukanmu sweety"
Darah yang mengalir dari bagian tubuh belakang Arga semakin deras, dan dengan susah payahh Alana menutup jalan axses darah itu.
"Kumohon aku sudah tak ada urusan denganmu hikss"
Pria itu pun memutar mutar pistol yang ada di tangannya,kemudian menyimpannya didalam gesper dibalik jasnya.
"Hahahahahha, justru kau meninggalkan urusan itu Alana" kemudian menarik rambut Alana hingga mendongkak, membuat sang empu meringis dan dihadiai oleh tatapan mata tajam Alander, serta giginya yang gemelatuk.
"Akhhhhhh berhentii "kepalanya sudah berkunang kunang , tak lama kemudian penglihatannya menjadi merah dan yang didengar hanya Alander yang berbicara entah apa yang diteriakkan padanya.
Alander yang melihat Alana jatuh tak sadarkan diri itu, kemudian menatap kepala Arga yang ada di pangkuan Wanitanya, dan dengan tak berperasaan Ia menendang tubuh itu hingga terhempas, kemudian mengangkat tubuh Alana dengan Bridal Style.
Alander pun membawa wanitanya ke mansion yang dibelinya beberapa hari yang lalu, kemudian mengangkatnya ke arah kamarnya.
Tubuhnya penuh dengan noda darah yang ada di pakaian Alana sehingga Ia segera membawa Alana menuju bathup lalu memandikannya, kemudian ia pun ikut mandi.
Setelah selesai Alander memakaikan pakaian Alana dengan kemeja kebesarannya dengan hati hati layaknya boneka porselin yang mudah rusak lalu membaringkannya di tempat tidurnya.
Meskipun wajahnya datar tanpa expresi, tetapi hatinya jelas bersorak ria,bagaimana tidak! Wanita yang membuatnya gila selama 2 tahun ini sudah berada dihadapannya, tentu saja Alander tak akan membiarkan Alana keluar dari zonanya untuk yang kedua kalinya.
dan untuk masalah Arga, Ia tidak benar benar membunuhnya dan hanya di tembak dari dada bagian belakang sehingga tak mengenai jantungnya, mungkin hanya koma dan jika Ia mati itu adalah urusannya, Alasannya karna Ia sudah merawat Wanitanya dengan baik dan beralaskan embel embek sepasang kekasih membuatnya sedikit naik pitam.
Alander kemudian ikut mengganti bajunya dengan kaos oblong lalu merangkak ke atas ranjang lalu memeluk Alana dengan sangat erat, saat melihat bahu Alana yang terkspos Ia pun mendekatkan wajahnya lalu menggigitnya dengan keras hingga berdarah, hal ini membuatnya sangat ingin melihat jeritan Alana yang dirindukan.
Ditatapnya wajah Alana yang semakin anggun, dan semakin cantik membuatnya mengeram , kemudian Alander mengusap rambut halus Alana yang sudah mulai agak panjang.
"Tarik, tidak , tarik , tidak "otaknya sedang mengatakan tarik tetapi hatinya tidak, demi apapun Alander ingin mengahancurkan semuanya hingga hanya dia dan Alana yang ada.
Tak lama kemudian Alander pun kemudian tertidur sembari memeluk possesife tubuh Alana .
*********
Alana tersadar dari pingsannya,kepalanya sangat pusing membuatnya meringis hingga merasakan sebuat tangan memeluk pinggangnya.
"Arga lepas, aku kesulitan bernafas" Alana masih memejamkan matanya,hingga pelukan yang ada di pinggangnya semakin erat hingga membuatnya sesak bukan main.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cruel Boy (On Going)
DragosteKala aku sudah menandaimu kau tak bisa lari dariku -Alander Angelio lucifer BELUM DI REVISI JADI MASIH ACAKK ACAK #1 Kisah 04/07/2021