part 25

2.2K 104 2
                                    

     Sudah seminggu Alander berada dijepang dan pernikahannya sisa 2 minggu lagi, Ia juga tak ingin memberi tahu Alana karna Alander tau bahwa sweetynya itu akan menolaknya

   Kini Alander akan menghadiri pertemuannya dengan kelompok mafia besar yang ada di jepang yaitu Yakuza, siapa yang tak mengenal kelompok kejahatan terbesar di Jepang itu?.

     Meskipun kelompok besar sekalipun tak membuat Alander gentar sedikitpun untuk bertemu dengan sang ketua, tetapi sebelum berangkat Alander terlebih dahulu membuatkan sarapan untuk Wanitanya.

      Di mansion ini Ia menyuruh William agar menugaskan 5 pembantu saja khusus untuk bersih bersih serta 2 orang tukang kebun, lalu bagaimana dengan keamanan? Tenang saja disinj keamanannya melebihi tinggkat aman karena Alander mempunyai banyak pengawal yang dilatih selama 5 tahun dan tentu saja gaji mereka perbulan bisa digunakan untuk berkeliling dunia.

       Kini makan yang dibuatnya sudah selesai,Alander kemudian membawa mampan menuju kamar Alana.

    Catat ini baik baik,Alander adalah tipe orang yang tak ingin direpotkan tapi jika itu Alana bisa dibicarakan baik baik.

   Alander memasuki  kamar Alana lalu dilihatnya Alana meringkuk seperti seorang bayi membuatnya sangat gemas,Alander kemudian menaruh mampan diatas nakas lalu berjalan menuju tempat Alana tertidur.

     "Sweety bangun Aku sudah membuatkanmu sarapan"Alander memukul mukul pelan pipi Alana membuat sang empu bangun.

     "Sebentar Arga" jawaban Alana dengan mata yang masih terpejam membuat Alander berhenti kemudian menatap tajam sang empu.

    "Sudah ku katakan Alana,jangan menyebut nama pria lain dengan mulut sialanmu itu"suara dingin Alander pun memenuhi ruangan itu,kembali pada mode   kejamnya.

       "Eunggggg kau kenapa?" Alana terbangun kemudian kaget mendapati Alander yang berbicara dingin padanya sembari menatapnya tajam, perlu diketahui bahwa Alana sudah mulai sedikit berani pada Alander karena memenjak ia berada di  kamar ini, Alander sudah tidak pernah menyiksanya.

      "Apa perlu ku robek mulutmu agar tidak berbicara lagi" Kata kata Alander semakin tak terkontrol membuatnya sedikit takut, Alana bangkit dari tidurnya lalu menatap Alander dengan was was.

      "A-Aku tak mengerti apa yang kau ucapka"Mendengar hal itu Alander menyergai lalu mendekatkan wajahnya pada Alana hingga jarak beberapa senti, sementara Alana ingin bergerak mundur tapi sialnya rantai ini membuatnya tak bisa bergerak bebas karena Alander memegang salah satu rantainya.

       "bukankah sudah ku katakan untuk tidak menyebut nama bocah sialan itu Alana?"

       "Menjauh dariku"

         "Tidakkk!!!aku tak akan pernah menjauh maupun membuatmu pergi"

        Alander kemudian bangkit lalu mengambil makanan diatas nakas tadi.

    "Makan!!!"

    Setelah Alana menerima mapan itu, Alander kemudian duduk di sofa lalu menatap lurus pada Alana yang sedang memakan makanannya dalam diam.

    Dirasa makanan Alana sudah habis,Alander pun bangkit kemudian memberikan minum pada Alana.

    "Kau diamlah disini"

    Alana tak menjawab malah menatap keluar jendela yang terang benderang akibat lampu mansion yang ada dimana mana.

       Alander kemudian mengambil Wajah Alana lalu mengapitnya menggunakan jari jarinya, sehingga tatapan Alana kini tertuju padanya.

Cruel Boy (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang