31.Dia Sakit

164 5 0
                                        

Haloo, masih ada yang baca gak ya?
/mengsedih

Okelah, kalo ga ada juga gpp soalnya nulis cerita juga buat ngisi waktu luang doang:)

Tapi kalo ada, jangan lupa vote and coment ya hihi.

Happy Reading ♥️

Malam minggu merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi sebagian besar anak muda jaman sekarang.
Mereka beramai-ramai memenuhi berbagai tempat yang menarik.
Ada yang bersama pasangan, sahabat, keluarga dan lainnya sebagai nya.

Sama hal nya dengan Rafi dan kedua temannya.
Saat ini mereka sedang nongkrong di TA Kafe.
Sebenarnya Rafi sudah mengajak mereka untuk pergi ke tempat lain saja, namun baik Arga maupun Refan, keduanya menolak mentah-mentah ajakan Rafi.

"Lo ngapain sih kek cacing kepanasan di situ?" Heran Arga saat netra nya melihat Rafi duduk sambil bergerak gelisah.

"Pindah tempat lain aja lah, ngapain sih disini?" Ujar Rafi sambil melirik ke sana sini memastikan tidak ada gadis yang sedang dirinya hindari sejak kemarin.

"Gak, makanan disini tuh enak-enak Raf, ngapain coba cari tempat lain yang belum tentu makanan nya se'enak ini." Balas Arga sambil mencomot sandwich di depannya.

"Lo gak peka banget dah, si onoh takut ketemu Tifa bego." Ucap Refan membuat Arga mengangguk-anggukan kepala nya mengerti.

"Gue bukannya takut, tapi males aja." Balas Rafi.

"Halah, bilangnya males tapi dari kemarin uring-uringan." Cibir Refan membuat Rafi menatap nya tajam.

"Gue sebenernya heran sama Lo, pacarannya sama Tifa tapi deketnya sama Salsa.Lo bosen hidup apa gimana hah?" Tanya Arga.

"Lo gak ngerti posisi gue."

"Ya gimana kita mau ngerti kalo Lo nya aja gak cerita malih." Ujar Refan gregetan.

Rafi menghela nafas nya gusar.

"Kayaknya gue mau udahin aja semuanya." Ucap Rafi pelan namun masih bisa di dengar kedua temannya.

"Lo mau putus sama Tifa!?" Tanya Arga terkejut.

Rafi mengangguk.

"Buat apa lanjutin hubungan yang gak jelas kaya gini? buang-buang waktu.Lagian ini cuma tantangan, cuma main-main, gak ada yang serius." Jawab Rafi dengan perasaan yang sedikit mengganjal.

"Emang selama Lo pacaran sama dia, gak ada sedikit pun perasaan yang tumbuh gitu?" Tanya Refan sedikit tidak percaya.

Rafi terdiam.
Selama ini memang dirinya jarang akur dengan Tifa, tapi jika melihat gadis itu senang dirinya ikut senang, dan jika dia sedih dirinya ikut sedih.
Rafi merasa nyaman di dekat Tifa.
Gadis itu mempunyai cara tersendiri untuk menarik perhatiannya.
Entahlah, semuanya terasa rumit.

Dan dirinya merasa, dia memang sudah jatuh dalam pesona seorang gadis bernama Tifania Anastasya.

Di sisi lain, Tifa berjalan mengendap-endap untuk bisa keluar dari rumahnya lewat pintu belakang.
Setelah pulang sekolah tadi, Tifa di hukum oleh Papahnya tidak boleh keluar rumah kecuali sekolah selama 3 hari karena telah membentak Kanaya.

Perkara masalah kamar, akhirnya Tifa mendapatkan apa yang menjadi hak nya.Awalnya Ibu tiri nya mencoba menghasut Dhirga agar Tifa tidur di sebelah kamar pembantu saja, tapi untungnya Dhirga menolak dengan keras.

"Bagaimana pun juga dia memiliki marga Parker dibelakang nya, apa kata orang nanti kalo liat?" seperti itulah kira-kira ucapan yang terlontar dari mulut Dhirga.

Sweet Couple [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang