Happy Reading ♥️
•
•
•
Matahari nampak sangat terik pagi ini seakan menertawakan tiga orang yang berdiri tepat di hadapan tiang bendera sang merah putih.
Siapa lagi kalau bukan Rafi, Refan, dan juga Arga.
Nampaknya keberuntungan sedang tidak berpihak pada mereka karena Bu Lasti berhasil memergoki mereka bertiga yang terlambat ke sekolah dan berusaha masuk lewat tembok belakang Aula.
Para kaum hawa menjerit histeris saat melihat keringat bercucuran di wajah tampan Rafi yang menambah kesan tersendiri.
Saat ini memang sedang jam istirahat.
Karena itu banyak cewek yang berdiri di pinggir lapangan untuk melihat pemandangan gratis.
Itung-Itung cuci mata.
"Gila Fan, mereka sampe teriak-teriak gitu liat ketampanan gue!" Ujar Arga pada Refan yang berdiri di sebelahnya.
Refan mendengus malas.
"Sabar Refan, orang sabar rejekinya lebar." Gumam Refan sambil mengelus dadanya.
"Eh ada yang motoin gue njir! Muka gue udah cakep kan!? Gue gak mau keliatan jelek sama fans gue!!" Ujar Arga lagi sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan jari-jari tangan.
Refan menahan tawanya saat menyadari jika kamera hp yang di pegang para cewek di sana di tujukan ke arah Rafi, bukan Arga.
Memang benar, tingkat kepedean Arga sepertinya sudah mendarah daging sampe ke tulang-tulang.
"Lo ngapain kek nahan ketawa gitu? Oh Lo iri kan sama gue karena fans gue lebih banyak dari lo? iyaa kan!? ngaku gak Lo!" Cerocos Arga dengan tampang songongnya.
Refan menonyor wajah Arga kasar.
Rasanya dirinya ingin menendang wajah songong orang di sampingnya itu jika tidak mengingat bahwa dia adalah sahabat nya.
Rafi memutar bola matanya malas.Sudah panas kena terik matahari, di tambah lagi dengan ocehan-ocehan unfaedah Arga.
Rasanya seperti anda menjadi ironmen.eh
Andai saja Bu Lasti tidak mengancam akan menambah hukuman jika mereka kabur dari sini, mereka pasti sudah ngacir dan duduk manis di kantin dengan segelas es teh di tangannya.
"Ngapain juga gue iri sama Lo! Yang ada ya gue tuh kasian sama Lo." Jawab Refan tak terima membuat Arga melotot.
"Kasian kenapa?"
"Lo liat tuh.Mereka itu kagum sama Rafi bukan sama Lo! dan yang mereka fotoin itu Rafi, bukan Lo! sadar woi sadar! Lo itu cuma peran viguran bukan peran utama." Ujar Refan sambil mengarahkan jari telunjuknya pada para cewek yang masih histeris melihat gaya cool sang pujaan hati.
"Mana ada! Orang mereka pada liatin gue kok bukan Rafi!" Elak Arga tak terima.
Refan mengelus dadanya sabar.
Laki-laki itu menoleh dan menatap penuh harap Rafi agar membantu dirinya tapi percuma.
Rafi hanya menatap datar dan diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Kenapa temannya gak ada yang bener sih? Yang satu kepedean yang satu muka tembok.Memang hanya dirinyalah yang rendah hati, tidak sombong dan rajin menabung.
💮💮💮
Disisi lain Tifa dan Zahra sedang berjalan santai ke arah kantin.
Ya mereka hanya berdua.Dara dan Naysa sudah ke kantin terlebih dahulu tanpa mengajak mereka.
Dara sendiri sudah mengabari Tifa dulu sebelumnya jadi mereka tidak perlu repot-repot menunggu hal yang tidak pasti.
Sudah satu minggu lamanya hubungan Zahra dan Naysa tak kunjung membaik.
Selama itu pula, Tifa dan Dara berusaha keras agar mereka baikan seperti dulu lagi.
Tapi usaha mereka belum juga membuahkan hasil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Couple [On Going]
Teen FictionKisah seorang gadis remaja yang tumbuh menjadi pribadi kuat dan menjunjung tinggi keadilan. Cantik,ramah, dan berani adalah 3 hal yang menjadikan dirinya sorotan semenjak pindah di SMA Tunas Bangsa. Tifania Anastasya.Gadis dengan sejuta kepedihan ya...
![Sweet Couple [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/205255015-64-k811182.jpg)