[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
[REVISI BERJALAN]
***
Pengorbanan itu berarti merelakan sesuatu yang berharga (harta, tenaga, pikiran, waktu, bahkan nyawa) dari kita untuk diberikan kepada orang lain yang kita cintai dengan tulus demi kebahagiaan mereka.
k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Play mulmed Drive - Melepasmu 🎧🎶
Hai Halo pembaca setia 'SACRIFICE' 👋❤
Bagaimana kabarnya?
Jaga kesehatan ya gaes ❤
Sebelum baca, yuk pencet tombol bintang dulu 😊
Dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya biar aku tambah semangat ngetiknya 🤩
Noted : yang melihat TYPO tolong aku diingatkan
Enjoy!
[HAPPY READING]
***
Level tertinggi mencintai adalah merelakan :)
-Deliana Clearisa
***
Hari Minggu.
Pagi ini kondisi Delia sudah semakin membaik dari hari kemarin, dia ingin sekali pergi dari tempat yang berbau khas obat itu.
Namun, Delia belum diperbolehkan pulang oleh Yulia. Beliau khawatir, jika terjadi apa-apa dengan Delia, apalagi kondisi Delia belum sepenuhnya pulih.
"Ren, sumpah gue udah gak kenapa-kenapa. Gue pengen balik." ujar Delia kepada Rendra yang tengah memakan donat.
Bisa-bisanya Rendra menikmati donat tapi tidak bagi-bagi dengan dirinya. Apalagi Rendra tak menghiraukan ucapan dirinya. Hal itu, membuat Delia mendengus sebal. Sudah pasti Rendra sengaja tidak mendengarkan ucapannya.
'Puk' saking jengkelnya, Delia melempar bantal ke arah Rendra yang hendak menggigit donatnya. Bantal itu berhasil mendarat mulus mengenai donat yang ada di tangan Rendra, membuat donat itu jatuh menggelinding.
Rendra melihat kondisi donatnya yang sudah berceceran di lantai, mendengus sebal.
"Donat gue!" seru Rendra.
"Lo kenapa pukul gue pake bantal, donat gue jadi jatuh kan!"
"Dua kesalahan yang buat gue marah!"
"Pertama, lo makan donat tapi gak bagi-bagi. Kedua, lo gak dengerin apa yang gue ucapkan."
"Gue bakal jawab! Pertama, lo gak minta donat, ya gue makan sendiri lah. Kedua, emang lo ngajak omong gue?"