[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
[REVISI BERJALAN]
***
Pengorbanan itu berarti merelakan sesuatu yang berharga (harta, tenaga, pikiran, waktu, bahkan nyawa) dari kita untuk diberikan kepada orang lain yang kita cintai dengan tulus demi kebahagiaan mereka.
k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Bukan tidak bisa, hanya belum terbiasa." - Deliana Clearisa.
***
[HAPPY READING]
Hari ini adalah hari minggu, hari dimana semua murid libur sekolah, dan bisa melakukan aktivitas apapun yang mereka mau. Masih dengan selimut tebalnya Delia menguap
"Jam berapa sih," gumamnya sembari meraih jam yang berada diatas nakas. Ternyata jarum jam masih menunjukan pukul 6 pagi. Rasa kantuknya membuat dia enggan untuk bangkit dari zona nyamannya. Lagi pula janjian dengan teman-temannya jam 10, masih lama pikirnya.
Dia kembali memejamkan matanya, tapi suara ketukan pintu terdengar dari luar membuat dirinya bergumam
'mengganggu'
Karena pintu kamarnya selalu dia kunci, mau tak mau dia harus berdiri beranjak untuk membukakan pintu itu.
Decitan pintu terdengar dan saat pintu terbuka menampakan seorang pria paruh baya sudah dengan penampilan rapi.
Delia saat melihat papanya ada di depan pintu kamarnya membuat dia sedikit kaget, terlebih dengan pakaian yang papanya kenakan. Mengapa rapi sekali, padahal ini hari minggu. Karena dia penasaran akhirnya dia memutuskan untuk bertanya kepada papanya.
"Papa mau kemana?" tanyanya dengan heran.
"Papa ada urusan beberapa hari di luar kota."
"Ini persoalan calon istri papa?" tanya Delia pelan-pelan. Dia takut pertanyaannya menyinggung perasaan papanya. Karena sejak tadi malam, dia berniat untuk memperbaiki hubungan antara dirinya dan juga papanya.
"Bukan Lia, ini urusan bisnis papa. Besok papa bakal kenalin Lia ke calon mama sama saudara kamu." jelas papanya.
"Kalo gitu papa pamit ya Lia, jaga diri Lia baik-baik selama papa tidak ada."
"Assalamualikum." Delia bersalaman dan mencium punggung tangan papanya.
Lagi dan lagi dia merasakan kecanggungan saat diajak bersalaman dengan papanya, untuk pertama kalinya dia memegang tangan papanya setelah kejadian waktu itu. Namun, untungnya dia bisa mengendalikan rasa canggung itu.
Setelah selesai berpamitan, papanya beranjak pergi dari hadapan Delia. Membuat dia menatap sendu kepergian papanya. Baru tadi malam dia ingin merasakan kedekatannya dengan papanya, tapi hari ini papanya akan pergi ke luar kota beberapa hari kedepan.
o0o
Disisi lain, Seorang cowok sedang duduk di balkon rumahnya. Dia adalah Raga Argantara. Raga sedang menikmati udara segar di pagi hari. Dia ingat jika hari ini dia ada janji dengan teman-temannya jam 10, tapi ada suatu hal yang membuat dia tidak bisa ikut. Dia terdiam melamun kembali memikirkan hal itu.