[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
[REVISI BERJALAN]
***
Pengorbanan itu berarti merelakan sesuatu yang berharga (harta, tenaga, pikiran, waktu, bahkan nyawa) dari kita untuk diberikan kepada orang lain yang kita cintai dengan tulus demi kebahagiaan mereka.
k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Halo Hai pembaca setia 'SACRIFICE' 👋❤
Bagaimana kabar kalian??
Tetap jaga kesehatan ya 🤗
Seperti biasa, pencet tombol bintang dulu sebelum lanjut baca 😊
Dan ramaikan part ini, dengan komen kalian sebanyak-banyaknya 🤩
Noted : yang melihat TYPO tolong aku diingatkan
Enjoy!
[HAPPY READING]
***
Hari sabtu.
Seorang gadis tengah bergulat dengan selimut tebal yang melilit di tubuhnya. Siapa lagi kalo bukan Delia. Seperti rencana kemarin, kini Delia nginap di rumah tante Yulia, mamanya Rendra.
Setelah kemarin tante Yulia menunjukkan sebuah kotak dan menceritakan semuanya, kini Delia telah mengetahui sejauh apa hubungan tante Yulia dengan mamanya itu. Ternyata tante Yulia adalah sahabat dekat mamanya dan juga tante Sintia, mamanya Raga.
Hal itu membuat Delia semakin bahagia dan bersyukur karena mamanya memliki sahabat yang benar-benar peduli dengan dirinya. Andai mamanya masih hidup, pasti kebahagiaan itu semakin lengkap rasanya. Tapi Delia hanya bisa berandai-andai. Namun, kenyatanya jauh dari kata seandainya. Kini mamanya telah tenang dan bahagia di surga.
Suara kokokan ayam terdengar membuat Delia sedikit terusik. Daerah rumah tante Yulia terbilang masuk kawasan desa yang jauh dari kota. Tapi bukan desa terpencil. Udara sejuk, pemandangan masih sangat asri. Nyaman dan damai yang tergambarkan dari kondisi daerah itu, membuat Delia nyaman berada di tempat itu.
"Hoammm" Delia menguap.
"Jam berapa sih?" gumam Delia. Matanya mengerjapkan beberapa kali dan melirik ke arah jam dinding. Ternyata jam dinding itu masih menunjukkan pukul lima pagi.
Delia berniat untuk bangun, namun tiba-tiba rasa nyeri itu kembali terasa, membuat dia kesulitan untuk bangun dari posisi tidurnya. Sebisa mungkin dia menahan rasa sakit itu.
Dengan sedikit paksaan, dirinya beranjak dari tempat tidur sembari menahan rasa sakit itu. Dia tidak bisa meminta tolong kepada siapapun. Karena memang saat ini masih sangat pagi, dan mungkin penghuni rumah ini belum pada bangun.