36

486 94 756
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Haii pembaca setia 'SACRIFICE' 👋❤

Yuk pencet bintang dulu sebelum lanjut baca dan jangan lupa ramaikan part ini dengan komen di setiap paragraf nya 😊

Noted : yang melihat TYPO tolong aku diingatkan

Enjoy!

[HAPPY READING]

_____

"Terkadang kita menciptakan patah hati kita sendiri melalui ekspektasi."

- Deliana Clearisa

_____

Pagi ini, Delia telah bersiap dengan seragam sekolahnya. Mengingat motor sport nya tidak ada, membuat dirinya kebingungan untuk berangkat sekolah.

Sebenarnya, motor Delia tidak sedang di bengkel, melainkan motor itu kini berada di apartement Rendra. Jika kalian tanya bagaimana bisa, jawabannya kemarin waktu pemakaman Eros, orang suruhan Rendra diminta datang untuk mengambil motor Delia karena memang Rendra tidak mengijinkan Delia menggunakan motor sendirian, dia takut akan terjadi apa-apa jika Delia mengunakan motor sendiri disaat kondisi Delia yang sedang terpuruk.

"Apa gue nebeng Rendra aja ya," gumam Delia sembari memikirkan bagaimana dirinya pergi ke sekolah. Tidak mungkin jika dirinya meminta di antar Papanya, hanya akan merepotkan Papanya saja.

Kemudian, dia mengambil benda pipih nya yang berada di atas nakas, dan langsung mengirim chat kepada Rendra.

RENDRA

Ren, gue nebeng ya, mtor gue kan ditmpt lo.

Iya, tanpa lo minta pasti gue jemput.

Njir, fstrspn bngt

Entar slwrspn dikira sombng :(

Iyain dh, cpt ksini, gue gk mau tlat!

Siap bos! otw

read.

Delia hanya meng read pesan terakhir yang dikirim Rendra. Setelah itu, dia beranjak keluar dari kamar untuk sarapan.

Saat telah berada di ruang makan, dahi Delia menggerut dan bertanya-tanya kenapa ruang makan sepi. Biasanya Papanya sudah duduk di kursi meja makan, tapi pagi ini tidak. Lalu kemana Papanya pergi pagi-pagi seperti ini?

SACRIFICE [On Going][Revisi Berjalan]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang