[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
[REVISI BERJALAN]
***
Pengorbanan itu berarti merelakan sesuatu yang berharga (harta, tenaga, pikiran, waktu, bahkan nyawa) dari kita untuk diberikan kepada orang lain yang kita cintai dengan tulus demi kebahagiaan mereka.
k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Halo Hai pembaca setia 'SACRIFICE' 👋❤
Yuk pencet bintang dulu sebelum lanjut baca 😊
Dan banyakin komen kalian ya biar aku tambah semangat buat lanjutin ngetiknya :)
Noted : yang melihat TYPO tolong aku diingatkan.
Enjoy!
[HAPPY READING]
***
"Del, bangun. Jangan tidur terus. Lo gak capek apa tidur terus? gue aja yang liat capek. Bangun ya," pinta Rendra kepada gadis yang tengah terbaring lemah di bankar rumah sakit. Sudah 5 jam Delia tak sadarkan diri, membuat Rendra khawatir.
"Ma, Delia kok gak bangun-bangun, Ma." ujar Rendra kepada Yulia dengan tatapan sendunya. Air mata Yulia sedari tadi jatuh saat mendengar penuturan anaknya. Baru kali ini, dia melihat anaknya sangat terpukul karena seseorang setelah kepergian papanya dulu.
Yulia tidak tega melihat anaknya yang begitu rapuh. Dia langsung memeluk tubuh anaknya, "Nak, Mama sangat yakin, Delia gadis yang kuat. Dia gak akan kenapa-kenapa. Percaya sama Mama. Kita doakan semoga Delia segera sadar ya." Rendra mengangguk menanggapi ucapan Mamanya.
Tak berapa lama kemudian, jari jemari Delia mulai ada pergerakan, kelopak matanya perlahan terbuka. "Gue dimana?" suara seraknya mampu membuat pelukan Rendra dan Yulia terlepas.
Mata Rendra berbinar, bibirnya melengkung ke atas mencetak sebuah senyuman, "Del, lo udah sadar. Syukur Alhamdulillah."
"Ada yang sakit?" lanjut Rendra, Delia menggeleng pelan.
"Rendra,"
"Mama Yulia."
"Kenapa gue bisa di sini?" sembari melihat kepenjuru ruangan yang bernuansa putih dengan aroma obat-obatan.
"Lo bohongin gue soal obat itu!" seru Rendra tiba-tiba membuat Delia sedikit tersentak kaget.
"Maksudnya?" lirih Delia.
"Lo gak perlu bohong lagi sama gue dan juga nyokap gue. Kita udah tahu semuanya."
"Ginjal lo tinggal satu kan?" Delia terdiam saat mendengar ucapan Rendra. Kemudian menatap lurus mata Rendra.