16

538 136 724
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Halo Hai pembaca setia 'SACRIFICE' 👋❤

Jangan lupa pencet bintang sebelum membaca 😊

PERINGATAN!

Part ini agak lumayan panjang dan agak menguras emosi. Sebelum membaca diharap menyiapkan diri terlebih dahulu 😂

Noted : yang melihat TYPO tolong aku diingatkan.

[HAPPY READING]

________👇________

***

Suara derap langkah kaki menggema di koridor sekolahan. Seorang gadis yang tengah menggengam jaket dengan tatapan lurus kedepan berjalan santai. Dia Delia. Setelah mengabari teman-temannya, khusus hari ini dia tidak berangkat bareng.

Awalnya mereka semua tidak setuju, bahkan sempat uring-uringan di grub chat. Bukan Delia kalo tidak bisa mengendalikan mereka. Sifat keras kepalanya lah yang membuat teman-temannya selalu mengalah dan menuruti apa kemauannya.

Kini Delia telah sampai di depan kelasnya, dan langsung memasuki kelas. Pandangannya tertuju ke arah Raga yang sedang berbincang dengan Lia.

Delia menatap lekat jaket yang ada di genggamannya. Dia tersenyum kecut saat mengingat sifat bunglon Raga.

Tapi tidak apa-apa. Bukannya cinta tidak harus memiliki?

"Pagi Queen" sapa mereka dengan kompak. Raga melihat Delia datang hanya tersenyum kepada Delia.

Delia tersenyum hangat sambil menganggukkan kepalanya.

Kemudian dia duduk di bangku sebelah Calista. semenjak saat itu, dia duduk sebangku dengan Calista.

"Hai Del" sapa Calista saat Delia hendak duduk.

"Haii" jawab Delia sambil tersenyum. Saat dia meletakkan tasnya, tatapannya tertuju pada cowok yang semalam di rooftop itu. Dengan cepat dia memalingkan wajahnya. Namun, tidak dengan cowok itu, cowok itu malah tersenyum kepada Delia.

Delia berjalan menuju dimana Raga duduk. Sesekali dia menghela napas saat melihat Lia sangat dekat dengan Raga. Hal itu cukup membuat hati Delia kembali memanas. Hal yang membuat Delia jengkel, mengapa Raga bersikap biasa saja dan tidak risih saat berada di dekat cewek itu.

"Nih gue balikin. Makasih" ujar Delia sambil menyodorkan jaket itu. Raga malah menatap Delia bingung.

"Lah, jaket siapa?" Hal itu membuat wajah Delia langsung memerah menahan malu. Kalo bukan milik Raga, terus milik siapa? bahkan aroma parfumnya sama persis milik Raga. Raga juga pernah pakai jaket ini. Terus kenapa Raga malah bertanya 'jaket siapa'.

SACRIFICE [On Going][Revisi Berjalan]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang