Part 07

49 6 0
                                    

MAAF TELAT UPDATE, SAYA KEHABISAN IDE

TUGAS SAYA JUGA BANYAK TAPI GA BEGITU BANYAK

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN DISETIAP KALIMAT

BIAR SAYA SEMANGAT UNTUK UP

JANGAN JADI SINDER READERS

Note: Kalau ada bahasa asing dan tidak ada translate-nya tolong bilang yaa. Mungkin kelewatan jadi lupa translate. Makasih...

*****

HAPPY READING SAYANG

*****

Sofiya keluar dari kamar hendak menuju dapur untuk memasak sarapan. Karena sesibuk apapun dirinya akan menyempatkan membuat masakan meskipun sederhana.

Ia terhenti beberapa langkah sebelum mendekati kamar Caca sebab ia melihat anak sulungnya alias Savina tertidur bersandar pintu kamar.

Perasaannya campur aduk melihat hal itu.

"Jangan sampai hubungan persaudaraan kalian retak karena suatu hal." lirihnya.

"Sav, bangun sayang." ucap Sofiya pelan memegang pundak Savina.

Savina perlahan membuka mata, melihat siapa yang telah membangunkan dirinya.

Seketika Savina langsung berdiri walaupun sedikit oleng, "Eh Mommy, good morning." sapa Savina.

"Morning. Kamu ngapain tidur disini semalaman? Ada masalah apa sama Caca?" tanya Sofiya pura-pura tidak tahu kejadian semalam.

Savina menggeleng dan tersenyum, "Hehe kayaknya Savi ngigau deh,"

"Yaudah aku ke kamar ya. Jangan marahin Caca karena pergi ga ijin kemarin sore ya. Takutnya jawaban dia nyakitin hati Mommy."

*****

Aku terbangun mendengar suara percakapan antara ibu dan anak.

"Oh shit." umpatku saat merasakan pusing.

Semalam aku tertidur bersandar dari balik pintu dan ternyata Savina juga tidur seperti itu. Savina juga berbohong sama Mommy hanya untuk menyembunyikan masalah kita. Bahkan, ia juga menyarankan agar Mommy tidak memarahiku.

Di satu sisi, aku semakin merasa bersalah karena tidak menceritakan masalah ku. Di sisi lain aku tidak dapat melibatkan Savina. Sebab tak ada sangkut pautnya dengan saudari perempuan ku itu.

Aku berjalan ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka saja lalu turun membantu Mommy.

*****

"Pagi Mom."

"Hi dear. Pagi juga. Baru saja Mommy akan memanggil mu."

"Bisa bantu Mommy memanggilkan Daddy dan kakak mu?"

"Sorry, Mom. Bukannya Caca ga mau tapi malas berteriak dan naik turun tangga."

"Okay no problem, kamu pindahkan nasi goreng dari wajan ke piring lalu taruh di meja makan. Sekalian air putihnya."

Caca langsung melakukan apa yang disuruh Sofiya. Baru saja ia selesai meletakkan segelas air putih di tempat utama, Dalbert, Sofiya, dan Savina datang.

"Siapa nih yang masak sarapan pagi ini?" tanya Dalbert menarik kursi sembari tersenyum menatap antara Caca dan istrinya, Sofiya.

Caca mengangkat dagu, "Tentu saja. Mommy lah kan memasak tugas seorang istri,"

SHEVALONICA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang