3

734 77 5
                                        

Rooftop adalah salah satu tempat yang membuat Retha sedikit nyaman, angin yang tenang dan pemandaangan padatnya kota ini terlihat jelas dari atas rooftop. Sebenarnya, sekolah sudah melarang murid untuk berada diatas rooftop ini karena selain membahayakan, tempat ini juga disalah gunakan oleh murid yang ingin kabur dari mata pelajaran, seperti Retha contohnya. Untungnya, saat ini tidak ada satu pun murid yang berada di rooftop selain Retha, jadi ia bisa leluasa berada di rooftop itu.

Di rooftop tersebut adaa beberapa kursi yang tertata dan Retha duduk disalah satu kursi tersebut sambil memejamkan matanya dan merasakan hembusan angin yang membiarkan rambutnya menari. Tenang rasanya disini. Getaran ponsel Retha yang menandakan ada pesan masuk membuat ia membuka matanya dan mebalas chat tersebut.

"dasar Chandra bangke" gerutu Retha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"dasar Chandra bangke" gerutu Retha

"apaan lo ngatain gua bangke?" ucao Chandra

"lah lu udah disini aja?" tanya Retha

"yaiyalah gua mah cepet jalannya, nih" ucap Chandra sambil memberikan minuman es yang berada didalam plastik dengan sedotan yang sudah ada didalamnya

"gua mesen cimory, kenapa lu kasih es cekek gini" ucap Retha

"hah? Es cekek?" ucap Chandra yang kebingungan

"yaa iyaa, ini kan kita cekek, jadi namanya es cekek?!" jelas Retha yang membuat Chandra serta Rendra pasrah dan tak tau ingin berkata apa

"udah lah Reth, caps gua sama lu yang random ini. Mending main uno aja" ucap Rendra

"loh ada uno?" tanya Retha

"adaa, noh kita umpetin disana" ucap Rendra sambil menujuk puing kayu yang ada disana

"ayo main, yang kalah lompat dari rooftop ya" ucap Chandra dan mendapatkan pukulan keras dikepalanya dari Retha juga Rendra

"orang gila lo" ucap Retha sambil memukul kepala Rendra

Mereka bertiga sedang asik bermain uno juga berbincang satu sama kain dan tak terasa, matahari sudah sangat terik dan waktu sudah menunjukan jam 12 dimana jtu adalah jam istirahat dimulai.

"turun yuk? Laper" ucap Chandra dan mereka langsung menuruni tangga dan berjalan menuju kekantin.

Diperjalanan menuju kantin ada beberapa sorot mata yang melihat Retha tak suka, karena posisi tangan Chandra yang merangkul Retha. "loh? Retha kok sama Chandra? Bukannya sama Jevano?" "cabe anjir dia" ucapan itu demua Retha dengar dengan sangat jelas

"Chan, mending lepasin dah, gak enak diliat orang-orang" ucap Retha berusaha melepas rangkulan Chandra

"lah, biasnaya lu bodo amat sama perkataan orang? Lagian kita temenan dari sd anjir masih aja si ya orang-orang" ucap Chandra

"lah iya, ko gua dengerin kata orang ya?" sadar Retha

"tau lu, emng dikira gua bakal suka kali sama cewe bar-bar kaya lu" ucap Chandra

Retha  [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang