Fisik gua kuat, tapi mental gua? Belum tentu bang. Gua cape. Kalo kata orang kita keluarga, karna satu darah. Menurut gua itu salah bang. Family comes from heart not blood. Bahkan orang yang gak sedarah sama gua malah jauh lebih peduli sama gua diba...
Hari dimana Satria akan kembali kejogja sudah tiba, Retha menahan Satria dengan sifat manjanya itu agar Satria tidak kembali kejogja dan tetap di Jakarta.
Saat ini Retha, Aji, Satria dan Shindi sudah berada si stasiun. Sepanjang jalan menuju dalam stasiun, Retha tak melepas pelukannya dari Satria
"lo pindah kampus aja kek plis" ucap Retha
"tanggung njir udah mau lulus, sabar ya" ucap Satria dengan mengelus kepala Retha
Suara pengingat distatisun sudah berbunyi agar semua penumpang dengan tujuan Yogyakarta dapat naik kedalam kereta.
"udah ya Reth, udah mau berangkat gue" ucap Satria
"gak boleh njir, gak! Ban keretanya bocor jadi gak bisa jalan" ucap Retha yang semakin kencang memeluk Satria
"kereta mana ada ban, udah apaa lo ah kaya anak kecil" ucap Aji menarik tubuh Retha
"dih jelek banget lagi lo nangis gitu, baju gue jadi kena ingus lo bangke" ucap Satria yang melihat wajah Retha yang penuh dengan air mata dan baju Satria yang basah karna terkena
"lo kenapa sih ngambil kampus di jogja jauh banget" ucap Retha sambil menyeka air mata dan cairan dari hidungnya itu
"semua orang punya impian masing-masing Retha, lo juga pasti punya kan? Salah satu impian gue ya kuliah kedokteran dijogja" ucap Satria
"udah ah gue mau berangkat dulu, Ji jagain dua kakak lo ini ya" ucap Satria yang memeluk Aji sambil menepuk pundak Aji pelan
"siap, lo kalo ada apa-apa bilang Aji apa gak Retha ya?" ucap Satria dan Shindi hanya mengangguk dengan senyum manisnya
"dadaaah abang!" ucap Aji dan Shindi bersamaan dengan melambaikan kedua tangan mereka, sedangkan Retha yang tak kuat melihat Satria semakin menjauh hanya memunggungi Satria
"kak Retha gak mau dadah?" tanya Shindi
"dia setiap kalo ada orang pergi gak mau liat, pasti selalu ngebelakangin gini. Cengeng anaknya" ucap Aji
"berisik, udah ayo balik" ucap Retha yang meninggalkan Shindi juga Aji dibelakang
Sebelum Retha mengemudikan mobilnya untuk mengantar Shindi juga Aji, Retha mengirim pesan kepada Jevano terlebih dahulu agar Jevano bisa bersiap untuk pergi bersama Retha nantinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mengirimi Jevano pesan, Retha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standart sambil mendnegarkan radio juga bercengkrama bersama kedua adiknya itu.
***
Aji dan Retha sudah sampai dirumah Ridwan setelah tadi mengantar Shindi pulang kerumahnya. Retha dan Aji sepakat akan membagi waktu untuk tinggal dirumah Ridwan juga Sari secara bergantian. Minggu pertama dirumah Ridwan dan minggu selanjutnya dirumah Sari, hal itu mereka sepakati agar Ridwan tak terasa sepi karna Satria yang sudah kembali ke jogja untuk melanjutkan studinya.