4

699 82 0
                                        

Sesampainya dikantin, Jevano, Naufal dan Zaidan duduk di meja yang sudah Chandra siapkan. Tak lama, Caca dan Laura datang dari ruang guru

"bangke emang tuh si Indra, masa gua disuruh masuk-masukin nilai anak kelas pas jam istirahat? Kan gua laper. Pak mau siomay 1 ya sama esteh. Makasih pak" ucap caca yang baru datang itu

"baru dateng udah ngomel aja neng" ucap Chandra dan di balas tatapan sinis Caca yang kelaparan

"lo jangan pernah ganggu cewe kelaperan deh. Tau pepatah ini ga? Nyari masalah sama cewe laper sama dengan nyari mati" ucap Rendra dan Chandra hanya menampilkan sederet gigi putihnya itu

"eh btw ini siapa?" tanya Grezy dengan mata yang mengarah kearah Zaidan

"oh iya, nama gua Zaidan, anak pindahan. Salam kenal ya" ucap Zaidan sambil memberikam tangannya untk bersalaman pada Grezy dan juga teman-temannya yang lain secara bergantian, mulai dari Caca, Retha, Shindi hingga yang terakhir, Laura.

"haduh bebeb aku laper ya? Mau apa biar aku pesenin?" ucap Naufal pada Laura yang sedang bersalaman pada Zaidan

"Fal? Gua tonjok ya?" ucap Retha yang geli mendengar Naufal bucin seperti itu

"Retha ko marah? Gak diperhatiin ya sama Jevano? Tuh malah beli duluan lagi si Jevano" ucap Naufal sambil menujuk Jevano yang sedang memesan makanan itu

"nih Reth" ucap Jevano sambil menaruh ayam geprek dengan nasi kesukaan Retha lengkap dengan minumnya yaitu air mineral

"sori nih, Jevano mah gak banyak ngomong, langsung beliin. Makasi Jev" ucap Retha dan langsung melahap makanannya itu dan Naufal hanya melihat Retha dengan tatapan kalah

Setelah itu, mereka semua memakan makanan yang sudah mereka pesan. Seselesainya mereka makan, mereka berbincang hinggal menunggu bel masuk jam pelajaran selanjutnya.

'kriiing... Kriiiing' bunyi bel sudah berbunyi menandakan waktu jam pelajaran selanjutnya dimulai dan mereka berjalan menuju kelas masing-masing. sambil berjalan mengarah kekelas mereka, Jevano menanyakan sesuatu pada Retha

"tadi berantem sama Natta?" tanya Jevano pada Retha

"belom sempet berantem si, tapi dia udah kabur, gua jagoan dia jadi takut" ucap Retha dengan bangga dan Jevano mengukirkan senyumnya tipis di bibirnya saat melihat Retha berbicara seperti itu

"nanti pulang ke Caca lagi?" tanya Jevano

"iyaa" ucap Retha

"gak kangen Aji?" Tanya Jevano

"ah lo mgapain bawa-bawa Aji sih? Gua jadi kangen dia. Tapi masih males pulang" ucap Retha

"hahaha, yaudah nanti Aji gua suruh nginep rumah gua deh biar gak bosen dia" ucap Jevano

"lo sayang banget sama Aji kayanya deh?! Curiga gua, lu normal kan?" tanya Retha

"lu tau sendiri, gua dari dulu mau punya adek, makanya gua sayang Aji. Lagian gua normal lah gila?! Gua suka cewe ya" ucap Jevano

"ngobrol berdua aje lu, udah depan kelas ini udah sono jagain cewe gua ya Reth, Jevanonya gua jagain ini. Gak akan henit ke cewe lain!" teriak Naufal pada Retha

"bacot" jawaban Retha ini membut Naufal tertawa karna menurutnya, membuat Retha marah adalah hal yang menyenangkan

Hari ini, mood Retha benar-benar sedang tidak baik. Retha merasa kesal dan lelah pada semuanya. Tapi Retha tidak bisa menunjukan itu kepada teman-temannya, karna Retha tidak mau teman-temannya mengasianinnya. Retha berfikir, apa sebaiknya dia kembali kerumahnya? Masalah sebesar apapun kalau kita tidak lewati, masalah itu tidak akan selesai. Baik. Keputusan Retha untuk pulang sudah bulat.
"Ca" bisik Retha pada teman satu bangkunya itu

Retha  [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang